
Menteri Pertahanan Libya Desak Warga Bantu Keamanan di Tripoli

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Pertahanan Libya Abdullah Ath-Thinni, Senin (18/11), di dalam satu pernyataan mendesak warga Tripoli agar melakukan kerja sama dengan militer nasional untuk membantu keamanan di Ibu Kota Libya tersebut, yang dipenuhi kelompok bersenjata. Ath-Thinni mendesak semua warga, terutama mereka yang dijaga oleh militer nasional, agar berkomitmen untuk menolak milisi --yang bentrok dengan tentara nasional pada Senin pagi. Dewan lokal Tripoli, bersama dengan pemerintah sementara Libya, bergabung dalam seruan kepada warga Ibu Kota Libya tersebut. Satu kelompok anggota milisi dari Kota Misrata, Libya Barat, pada Jumat (15/11) menembaki ratusan pemrotes, yang menuntut mereka mengosongkan pangkalan mereka di Tripoli Selatan. Pada apa yang disebut "Jumat Berdarah", sedikitnya 47 orang tewas dan 518 orang lagi cedera, demikian laporan paling akhir Kementerian Kesehatan. Sadat Al-Badri, pemimpin Dewan lokal Tripoli, mengatakan ada 88 orang yang cedera dan dibawa ke luar negeri untuk berobat, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia menambahkan Malta, Finlandia dan Italia telah menyampaikan kesediaan mereka untuk menerima korban cedera. Pada Ahad malam (17/11), dewan lokal Misrata mengumumkan penarikan bertahap anggota milisinya dari ibu kota serta menarik anggota mereka dari pemerintah serta parlemen Libya. Keprihatinan mengenai situasi keamanan di Tripoli terus meningkat kendati semua pintu masuk sekarang dikuasai oleh tentara nasional. Sementara kerusuhan bertambah sengit, dewan lokal Tripoli dan sebagian anggota masyarkat sipil menyerukan aksi pembangkangan 72-jam. Dalam aksi itu, semua toko dan sekolah tutup dan setiap persimpangan jalan dijaga oleh personel militer. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
