Kabupaten Sijunjung (ANTARA) - Muslims for Shared Action on Climate Impact (Mosaic) Indonesia bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif yang terletak di Nagari Sumpur Kudus Selatan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
"Inisiatif ini merupakan bagian dari program Sedekah Energi yang kali ini mengusung tema Mencerahkan dengan Surya, Meneruskan Cita Buya," kata Project Lead Sedekah Energi Mosaic Indonesia Elok Faiqotul Mutia di Kabupaten Sijunjung, Sabtu.
Program tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyediaan energi terbarukan di rumah ibadah, khususnya masjid, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap solusi perubahan iklim.
"Program Sedekah Energi merupakan bentuk baru dari sedekah yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat bagi bumi. Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga bumi. Melalui program ini, umat muslim bisa terlibat langsung dalam menjaga kelestariannya," ujar Elok Faiqotul Mutia.
Dengan adanya program ini, ia berharap program Sedekah Energi bisa diduplikasi oleh banyak pihak khususnya masjid-masjid di Sumbar. Sedekah Energi tidak hanya fokus pada solarisasi tapi juga proses pelatihan yang bisa diakses untuk umum.
"Pelatihannya berupa cara audit menghitung kebutuhan energi dari panel surya sampai dengan pemasangannya," ucap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heryanto menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Mosaic Indonesia. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan fasilitas energi bersih di Sumatera Barat.
"Kami sangat menyambut baik dan mendukung agar program ini bisa diperluas ke daerah lain, terutama wilayah-wilayah yang masih belum terjangkau listrik secara merata seperti di Kepulauan Mentawai," ujarnya.
Ia menjelaskan saat ini bauran energi di Sumbar tergolong meningkat. Secara mix energi primer Energi Baru Terbarukan (EBT), Sumbar sudah mencapai 30,59 persen. Jauh diatas EBT nasional yang masih 14 persen.
Sementara itu, secara pembangkit listrik, Helmi mengklaim EBT Sumbar sudah mencapai 52 persen.
"Hanya 48 persen saat ini pembangkit listrik kita dari energi fosil," ucapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Sumpur Kudus Selatan, Khairul Basri turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan panel surya yang digagas Mosaic Indonesia.
"Alhamdulillah, masjid kami kini tidak lagi mengalami pemadaman listrik. Sebelumnya, kami mengeluarkan biaya sekitar Rp350 ribu per bulan untuk tagihan listrik," kata Khairul yang juga takmir Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung.
Untuk diketahui, panel surya Masjid Buya Syafii Maarif telah dipasang sejak 2 Mei 2025. Sebelumnya, pemasangan juga sudah dilakukan di beberapa lokasi seperti Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta dan Jawa Barat. Tahun ini, Sumatera Barat menjadi lokasi baru yang menerima manfaat program.
Pemasangan panel surya di Masjid Buya Syafii Maarif Sijunjung sendiri merupakan yang keenam sejak program Sedekah Energi tersebut dijalankan pada 2022.
