
Seorang pekerja meninggal dunia, PT BSS Pasaman Barat berikan santunan penuh

Simpang Empat (ANTARA) - Pabrik kelapa sawit PT Berkah Sawit Sejahtera (BSS) di Simpang Tiga Alin Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bertanggung jawab penuh terhadap seorang pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Selasa (16/6).
"PT BSS sejak awal korban mengalami kecelakaan sampai meninggal dunia kita perhatikan dengan baik. Ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap tenaga kerja yang ada," kata Production Control (PC) PT BSS Kelvin di Simpang Empat, Rabu.
Dia mengatakan sejak kejadian kecelakaan pengawalan secara administrasi dan personal dari awal kejadian sampai administrasi pengurusan BPJS dilakukan oleh PT BSS.
Bahkan, kata dia, rumah kontrakan untuk keluarga korban ketika di rawat di RS M Djamil Padang juga ditanggung PT BSS. Pihaknya juga memberikan santunan kepada keluarga dari korban Agusmansyah (36).
Selain itu juga memberikan iuran sumbangan dari seluruh karyawan PT BSS.
Menurutnya korban Agusmansyah (36) mengalami kecelakaan kerja pada Selasa (16/6) dan meninggal dunia pada Selasa (1/7) sekitar pukul 19.30 WIB setelah memperoleh perawatan di Rumah Sakit M Djamil Padang.
Korban telah dimakamkan di kampung halamannya di Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh pada Rabu (2/7) sekitar pukul 11.00 WIB.
Seperti diketahui korban mengalami kecelakaan kerja terkena semburan uap panas dari boiler yang disebabkan pecahnya packing super header.
Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh mulai dari leher hingga ujung kaki.
Sebelum meninggal dunia korban mendapat perawatan yang serius dan dari Rumah Sakit Ibnu Sina Simpang Empat dirujuk ke Rumah Sakit M Djamil di Kota Padang pada Selasa (16/6).
Kepala Seksi Penegakan Hukum UPTD Wilayah II Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat Handra Pramana membenarkan korban kecelakaan kerja meninggal dunia pada Selasa (1/7) malam.
"Dari sejak kecelakaan kami melihat perusahaan bertanggung jawab penuh atas pengobatan korban sampai meninggal dunia," katanya.
Dia meminta kejadian ini menjadi pelajaran kepada PT BSS dan perusahaan lainnya agar benar-benar memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja agar tidak terulang kembali di masa yang akan datang," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
