Logo Header Antaranews Sumbar

Dua festival meriahkan akhir pekan di Padang Panjang

Kamis, 24 Juli 2025 15:14 WIB
Image Print
Festival Literasi dan Festival Pamenan Minangkabau, duo festival meriahkan akhir pekan di Padang Panjang. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Menghidupkan nilai-nilai literasi dan kebudayaan, Festival Literasi dan Festival Pamenan Minangkabau akan digelar di Pusat Sokumentasi dan Informasi Minangkabau (PDIKM) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Yan Kas Bari, mengatakan tahun ini Festival Literasi memasuki tahun ketiga dan menjadi salah satu agenda unggulan DPK.

"Festival Literasi ini merupakan ruang aktualisasi literasi yang diekspresikan dengan berbagai karya. Momentum ini untuk menunjukkan hasil dari proses literasi masyarakat. Ada pameran produk dan karya hasil membaca, lomba-lomba tematik, serta pertunjukan seni yang melibatkan berbagai unsur," kata Yan Kas Bari, Kamis.

Ia menjelaskan, Festival Literasi digelar mulai Jumat (25/7) hingga Minggu (27/7) dan Festival Pamenan Minangkabau, berlangsung pada Sabtu (26/7) dan Minggu (27/7).

"Sebanyak 50 stand akan meramaikan festival, diisi oleh kelurahan, sekolah, taman bacaan masyarakat, pelaku UMKM, serta sejumlah lembaga seperti BPS, Bulog, Bank Indonesia dan akan dihadiri pejabat provinsi dan para kepala DPK dari berbagai kabupaten/ kota di Sumatera Barat," jelas dia.

Sementara itu Direktur Festival Pamenan Minangkabau yang digelar komunitas seni Hitam Putih, Afrizal Harun, menyebutkan Festival Pamenan Minangkabau, digelar untuk kedua kalinya dengan warna budaya yang kental.

"Festival ini mengangkat tema “Padusi di Rumah Gadang” merefleksikan peran sentral perempuan Minangkabau sebagai Limpapeh Rumah nan Gadang dan jantung kebudayaan Minang itu sendiri," sebut Afrizal Harun.

Menurut Afrizal Harun, Pamenan, dalam konteks Minangkabau bermakna segala sesuatu yang dicintai dan disukai. Nilai itu diwujudkan melalui empat unsur utama, kato (kata), mato (mata), talingo (telinga), dan raso (rasa), yang dihadirkan lewat pertunjukan tari, musik, serta atraksi budaya lainnya.

"Festival ini juga menghadirkan halakah budaya, diskusi reflektif yang membahas peran perempuan Minangkabau dari masa lalu hingga masa depan. Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor turut memperkuat acara ini.," jelas dia.

Kurator Festival, Sahrul N menjelaskan konsep pamenan merupakan bagian penting dari identitas budaya Minangkabau. Segala yang dicintai dan dirawat oleh masyarakat itu bermula dari Rumah Gadang. Dari sana lahir nilai, rasa, dan kehidupan.

Fesrival Pamenan Minangkabau, akan menampilkan 20 pamenan yang didominasi peserta perempuan dari berbagai komunitas. Termasuk kelompok lansia dan organisasi Bundo Kanduang.

Kegiatan ini juga akan diisi oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) dengan edukasi mitigasi sampah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026