Bukittinggi (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII, Arisal Azis bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Sosialisasi Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Panti Aisyiah, Kota Bukittinggi, Selasa (22/7).
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Sumbar dan Direktur Advokasi BPIP, Fuad Hilmawan.
Arisal Aziz yang merupakan utusan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) dalam pemaparannya mengatakan sejarah menegaskan bahwa Ranah Minang adalah suatu entitas politik, sosial, dan budaya, yang sangat melekat dengan Pancasila.
"Selain melahirkan tokoh bangsa yang turut merumuskan Pancasila, diorama sosial dan budaya di Ranah Minang juga telah menunjukkan eksistensi kehidupan yang tak lekang dari penerapan nila-nilai Pancasila," kata dia
Anggota DPR RI asal Dapil II Sumatra Barat (Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman) itu berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila.
Arisal Aziz berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di masyarakat, khususnya di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
Pihaknya mengajak Relawan Kebajikan Pancasila. Nilai-nilai luhur Pancasila selalu tercermin dalam sikap dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Melalui Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila ini diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat lebih tertanam dalam diri masyarakat," katanya.
Ia menambahkan Pancasila dapat menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Direktur Advokasi BPIP, Fuad Himawan dalam paparannya menyebut kedudukan Pancasila dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
"Pertama, Pancasila sebagai dasar negara. Kedua, Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Ketiga, Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu pengetahuan. Keempat, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan Pancasila sebagai ideologi negara," kata Fuad.
