UNP luncurkan Migran Centre menjembatani lulusan siap kerja keluar negeri

id UNP,Migran Centre,Padang,Sumbar,Rektor UNP, Dr. Krismadinata

UNP luncurkan Migran Centre menjembatani lulusan siap kerja keluar negeri

Rektor UNP Dr. Krismadinata usai peluncuran Migran Centre dan wisuda ke-139, di kampus Air Tawar, Padang, Sabtu, (28/6). (ANTARA/Melani)

Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) , Sumatera Barat, meluncurkan Migran Centre di kampus UNP, Air Tawar, Kota Padang, guna menjembatani lulusan siap kerja keluar negeri.

"Target kami menjembatani lulusan UNP untuk siap bekerja, tidak hanya di dalam tapi juga luar negeri. Tentu kita siapkan dan kita bekali dengan pengetahuan dan keterampilan, untuk siap menjadi duta UNP dan duta Indonesia di kancah internasional," kata Rektor UNP, Dr. Krismadinata, di Padang, Sabtu.

Ia mengatakan Migran Centre merupakan program dari Kementerjan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI),

"Sebenarnya program keterampilan dan keahlian ini sudah berjalan di UNP. Dengan adanya Migran Centre, UNP tinggal menyinkronkan untuk proses percepatan," lanjutnya.

Program Migran Centre merupakan bagian dari Asta Cita presiden Prabowo Subianto, untuk tidak saja mendidik mahasiswa, tapi juga mengirim tenaga keluar negeri, serta melindungi tenaga kerja.

"UNP mendukung hal tersebut, dengan menyiapkan tenaga profesional," katanya.

Ia menyebut saat ini sudah ada empat tenaga perawat yang bekerja di Jepang dari UNP. Selain itu saat ini UNP juga mendapatkan tawaran mengisi tenaga kerja ke Austria.

"Permintaan tenaga kerja di Austria bermacam-macam seperti teknik pertambangan, perkebunan dan pertanian. Tugas kami menjahit peluang kerja di luar negeri," lanjutnya.

Rektor UNP menyebut Migran Centre sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, poin ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Migran Centre diresmikan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dwi Setiawan Susanto.

Peluncuran Migran Centre dirangkaikan dengan kegiatan wisuda UNP ke-139 hari pertama, dengan jumlah peserta sebanyak 1.060 wisudawan dan wisudawati.

Dwi Setiawan mengatakan, pusat migran di UNP merupakan yang pertama di luar pulau Jawa. Ini menjadi sistem pelatihan terintegrasi bagi para wisudawan, yang ingin bekerja di luar negeri.

"Pelatihan yang diberikan bersertifikat sesuai dengan standar internasional. Wisudawan dapat memilih negara tujuan dan bidang kompetensi yang sesuai dengan minat mereka," katanya.

Ia menyebut Kementerian P2MI telah mengakses hampir 100 negara di seluruh dunia, untuk memberikan kesempatan kepada para pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

"Ada 745 jenis pekerjaan yang sudah kami petakan untuk bisa diisi pekerja dari Indonesia. Sumatera Barat, khususnya, telah mengirimkan 2.873 pekerja migran ke luar negeri, dengan keterampilan yang sangat dihargai di negara-negara seperti Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan," sebutnya.

Ia menjelaskan pusat migran tidak hanya membekali keterampilan, tapi juga memberikan layanan perlindungan yang memadai dalam bekerja di luar negeri.

Dengan demikian, pekerja migran dapat menjadi agen perubahan yang membawa kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.