Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Bervariasi di Perdagangan Asia^

Kamis, 7 November 2013 11:44 WIB
Image Print

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia Kamis, dengan minyak mentah AS memperpanjang "rebound" nya dari posisi terendah lima bulan di tengah permintaan yang kuat di ekonomi terbesar dunia tersebut, kata para analis. Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik 16 sen menjadi 94,96 dolar per barel pada perdagangan pagi, sementara minyak amentah Brent NorthSea untuk pengiriman Desember turun 14 sen ke posisi 105,10 dolar. WTI "membukukan keuntungan yang signifikan setelah EIA (Energy Information Administration) melaporkan persediaan bensin AS turun 3,755 juta barel, lebih besar 300.000 barel dari proyeksi penurunan," United Overseas Bank yang berbasis di Singapura mengatakan dalam catatan penelitian. Penurunan persediaan menunjukkan permintaan kuat di ekonomi dan konsumen minyak terbesar dunia itu, sehingga mendorong harga. Para analis mengatakan penurunan harga Brent telah dipicu oleh kekhawatiran atas penutupan fasilitas minyak utama di Libya serta situassi politik di Mesir yang bisa menambah kekhawatiran. "Berlanjutnya krisis di Libya dan Mesir akan mendukung harga Brent," kata Sanjeev Gupta, kepala praktisi minyak dan gas Asia Pasifik pada Ernst and Young. Para pengunjuk rasa masih terus memblokade terminal Al - Hariga di Kawasan Timur Libya, menggagalkan rencana untuk membuka kembali fasilitas tersebut pada Senin lalu. Produksi dari lapangan Al - Sharara , yang memproduksi 330.000 barel per hari, juga telah diblokir oleh penduduk wilayah selatan Ubari sejak 28 Oktober lalu. Para pengunjuk rasa menuntut distribusi yang lebih adil dari daerah sumber daya untuk memperbaiki kehidupan mereka. Gupta mengatakan, data dari AS mengenai produk domestik bruto (PDB) dan pekerjaan "akan menentukan kondisi dalam beberapa minggu mendatang " untuk harga minyak .(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026