Bulog Sumbar terus kebut serapan beras sesuai perintah Presiden

id kepala bulog,bulog sumbar,perum bulog,beras cadangan

Bulog Sumbar terus kebut serapan beras sesuai perintah Presiden

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar Darma Wijaya di Padang, Selasa. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Padang (ANTARA) - Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) terus mengebut target serapan beras di provinsi setempat sebanyak 2.700 ton sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemenuhan dan menjaga swasembada pangan nasional.

"Terkait penyerapan gabah atau beras yang menjadi Asta Cita Bapak Presiden, untuk Sumatera Barat sendiri dalam posisi yang cukup baik," kata Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar Darma Wijaya di Padang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Darma Wijaya menanggapi target serapan beras sebanyak tiga juta ton yang harus dipenuhi Bulog se-Indonesia dalam rangka menjaga ketahanan pangan di Tanah Air.

Darma mengatakan, target serapan beras di Ranah Minang terus mengalami perubahan. Awalnya, Bulog Sumbar diberi target sebanyak 289 ton.

Setelah terpenuhi, Bulog pusat menaikkan target menjadi 800 ton dan kembali naik menjadi 2.200 ton. Teranyar, Bulog pusat menambah target serapan di Sumbar menjadi 2.700 ton.

"Posisi hari ini kita target kita itu 2.700 ton dan sudah terserap 86 persen," sebut dia.

Untuk mencapai target serapan beras tersebut Bulog Sumbar tetap menggunakan metode sebelumnya yakni menyasar dan menjemput langsung gabah petani di setiap daerah penghasil.

"Jadi konsepnya masih seperti di awal juga kita tim jemput gabah ke semua titik-titik penghasil gabah," ujarnya.

Menurutnya, saat ini masih terdapat beberapa titik yang segera panen. Hal itu akan dimaksimalkan Bulog untuk menyerap lebih banyak gabah sebelum datangnya musim panen serentak.

"Sekarang itu masih ada titik-titik yang sedang dan akan panen. Meskipun tidak banyak tapi itu akan kita maksimalkan dalam menyerap gabah," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan, saat ini pasokan beras di gudang Bulog Sumbar berkisar di angka 17.200 ton. Jumlah itu dapat memenuhi atau menjaga ketahanan pangan selama empat bulan ke depan.

Nantinya, pasokan 17.200 ton beras tersebut akan kembali didistribusikan kepada masyarakat yang sudah ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

Harapannya, ketersediaan beras ini dapat menjadi jaminan ketahanan pangan bagi masyarakat di Ranah Minang.

"Stok beras ini nanti yang akan kita gunakan khususnya kalau memang dilakukan bantuan pangan bagi masyarakat yang sudah menjadi target dan ditentukan pemerintah," jelas dia.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.