Logo Header Antaranews Sumbar

Konvensi Global Soccerex di Rio Dibatalkan

Rabu, 6 November 2013 06:24 WIB
Image Print

Rio de Janeiro, (Antara/Reuters) - Konvensi Global Soccerex tahun ini dibatalkan menyusul dicabutnya dukungan dari Pemerintah Negara Bagian Rio de Janeiro, kata panitia penyelenggara pada Selasa. Pemerintah Rio tidak mengonfirmasi perihal pencabutan dukungan kepada Konvensi, pertemuan yang diikuti 4.500 pengambil keputusan paling senior di dunia sepak bola. Acara itu semestinya berlangsung pada 30 November sampai 5 Desember di Stadion Marana menjelang Piala Dunia tahun depan di Brazil. Final Piala Dunia akan dilangsungkan di stadion ini. "Merupakan sebuah kekecewaan besar bahwa kami harus mengonfirmasi Konvensi Global Soccerex final di Brazil tidak akan berlangsung," demikian pernyataan Soccerex. "Dengan kerusuhan sipil yang tengah berlangsung, Sekretaris Olahraga Negara bagian Rio de Janeiro mengambil keputusan politik untuk mencabut dukungannya dari Konvensi Global Soccerex." "Berbagai persiapan untuk ajang di Stadion Maracana diadakan dengan dengan isi yang direncanakan, para pembicara dikonfirmasi dan sejumlah kesepakatan tengah berlangsung." Soccerex, yang dibentuk pada 1995, merupakan acara terkemuka untuk acara-acara bisnis bagi komunitas sepak bola global. Hal itu sekaligus mempertemukan para pengambil keputusan kunci industri dari dunia sepak bola, menyajikan iklim komersial di mana para delegasi dapat mengambil keuntungan dari peluang-peluang bisnis. "Kami terkejut seperti semua pihak atas pergantian rencana-rencana ini namun kami tidak percaya hal ini akan berdampak kepada penyelenggaraan Piala Dunia," kata direktur pemasaran FIFA Thierry Weil kepada para pewarta di London. "Menyedihkan hal itu dibatalkan di mana tidak pernah bagus ketika Anda membatalkan acara seperti itu, namun hal ini tidak akan berdampak pada Piala Dunia." Roberto Jaguaribe, duta besar Brazil di London, menambahkan, "Itu bukan konferensi pemerintah resmi, itu merupakan konferensi swasta. Kami hanya memiliki sedikit konferensi pemerintah resmi di London." "Saya tidak tahu mengapa hal ini terjadi, namun ini memalukan bagi semua orang yang terlibat." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026