
Tasyakuran Milad ke-108, 'Aisyiyah Pasaman Barat terus bergerak dalam dakwah dan pemberdayaan

Simpang Empat (ANTARA) - Organisasi 'Aisyiyah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus bergerak dan berkomitmen dalam dakwah pencerahan serta pemberdayaan di momen Tasyakuran Milad ke-108 yang diadakan di Masjid Jamik Aia Botuang, Talu, Kecamatan Talamau, Minggu.
Dengan mengusung tema" Mengokohkan Ketahanan Pangan Berbasis Desa Qoryah Thayyibah Menuju Ketahanan Nasional" organisasi perempuan Muhammadiyah ini menggelar pengajian bulanan tingkat kabupaten di Talu.
Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Pasaman Barat Hj Aida Eliza menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia gerakan perempuan Muhammadiyah yang terus berkomitmen dalam dakwah pencerahan dan pemberdayaan.
Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat basis gerakan melalui cabang dan ranting.
"Mari terus bergerak di wilayah masing-masing, mengelola amal usaha ‘Aisyiyah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat. Bangun komunikasi dengan masyarakat agar tumbuh rasa memiliki terhadap organisasi ini," ajaknya.
Ustadz Ronaldi, S.Ag. M.Pd mendorong agar gerakan ‘Aisyiyah semakin memperkuat pengabdiannya kepada umat dan bangsa melalui sinergi lintas sektor.
Ia juga menekankan pentingnya pengokohan ideologi Muhammadiyah dan menjadikan Risalah Islam Berkemajuan sebagai pedoman gerakan.
Acara juga diisi dengan tausiyah utama oleh Buya Sayuti Amin yang mengajak hadirin untuk memahami sejarah gerakan ‘Aisyiyah sebagai dasar dalam merancang masa depan gerakan perempuan Islam yang kokoh dan solutif.
"Pahami masa lalu, bertindaklah dengan cerdas di masa kini, dan rencanakan amal kebajikan untuk masa depan," sebutnya.
Momentum Milad ke-108 ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi ‘Aisyiyah Pasaman Barat untuk terus meneguhkan komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pangan berbasis komunitas dan berkontribusi dalam mewujudkan peradaban bangsa yang berkemajuan.
Anggota aktif 'Aisyiyah Ny. Sifrowati Yulianto memberikan apresiasinya atas peran ‘Aisyiyah dalam membina keluarga dan generasi muda.
"Kami berharap ‘Aisyiyah dapat terus berperan aktif dalam mendampingi anak-anak kita menghadapi dampak negatif penggunaan gawai, serta melindungi keluarga dari bahaya penyimpangan moral seperti LGBT dan stunting akibat pola makan tidak sehat," katanya.
Pada kegiatan Tasyakuran Milad ke-108 yang diadakan di Masjid Jamik Aia Botuang, Talu, Kecamatan Talamau, Minggu (1/6) dihadiri sekitar 3.000 jamaah dari berbagai wilayah memadati masjid hingga ke pelataran.
Hadir juga perwakilan Nasyiatul ‘Aisyiyah, serta para simpatisan dan warga persyarikatan.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
