
Komunitas C-Gen Bidik 50.000 Anak Muda

Jakarta, (Antara) - Sekitar 50.000 anak muda ditargetkan akan bergabung dengan Connected Generation, komunitas pemuda yang peduli dan mau menyelamatkan anak bangsa dari terjangan konten negatif melalui dunia maya. "Kami berharap pada tahap awal peluncuran C-GEN ini dapat menarik minat para remaja dan pemuda untuk ikut bergabung, dan menjadi lebih kreatif lewat kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)" kata Pembina Komunitas C-GEN Suhono Harso Supangkat dalam siaran pers di Jakarta, Selasa. Pendirian komunitas C-GEN ini bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 untuk mengajak anak-anak muda mengganti konten-konten negatif tersebut dengan konten-konten positif, dengan berbagai kreativitas, dengan jargon "Gaul Gak Mesti Amburadul". Menurut Suhono yang juga penggiat dan pemerhati masalah sosial ini, tidak bisa dihindari bahwa di luar sana bertebaran konten-konten negatif dalam penggunaan TIK seperti cuplikan tulisan, gambar, maupun video yang mengundang kekerasan, pornografi dan rasisme, "cyber bullying" siap menerjang generasi muda penerus bangsa ini. Anak-anak muda ini kini berkembang dalam dunia baru, yaitu dunia maya yang penuh dengan kawan yang bisa selalu terkoneksi namun seringkali menjurus kepada isu-isu dan konten negatif. Untuk itulah tambahnya, komunitas ini dapat menjadi jawaban bagaimana TIK ini tidak sebagai konektivitas tidak hanya konsumtif tetapi menjadi benteng untuk membawa generasi muda menuju ke arah yang positif. Anak muda yang banyak terkoneksi dengan internet bisa mengubah budaya bangsa. Alhasil, pembentukan gerakan dan komunitas untuk membawa generasi muda menuju ke arah yang positif adalah hal yang mendesak dan dibutuhkan saat ini. "Inilah alasan lahirnya komunitas C-GEN yang akan memanfaatkan TIK dengan mengedepankan unsur Creative, Collaboration, dan Character," ujarnya. Komunitas C-GEN sendiri diluncurkan di ITB Bandung, pada 26 Oktober 2013, yang dihadiri Menpora KRMT Roy Suryo, pemerhati masalah sosial Bubi Sutomo, Wakil Kepala Lembaga Demografi UI Dwini Handayani Arianto, dan sekitar 400 pelajar dani mahasiswa ITB, Unpad, IT Telkom, SMU dan SMP. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
