
Peneliti: Figur Muda Bersaing Jadi Bakal Capres

Jakarta, (Antara) - Peneliti dari Political Weather Situation (PWS) Imam Sofyan, menyatakan sejumlah figur muda politisi menunjukkan daya populeritas dan elektabilitas yang potensial dan dapat diusung menjadi bakal calon presiden alternatif. "Tingginya modal sosial dan politik yang dimiliki para pemimpin muda ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh partai, sebagai antisipasi mengadapi Pilpres 2014," kata Imam Sofyan dalam pemaparan hasil survei Realitas Capres: Fenomena Pemimpin dan Capres Alternatif di Jakarta, Minggu (27/10). Berdasarkan survei terhadap 1.070 responden, menurut Imam, di internal PDI-P responden masih menghendaki Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju sebagai bakal capres dengan persentase signifikan mencapai 70 persen, disusul Puan Maharani sebesar 15,7 persen, dan Pramono Anung 3,9 persen. "Jika ada metode lain di PDIP untuk pengusungan capres, seperti konvensi, mungkin Jokowi dapat melampaui Megawati Soekarnoputri," kata dia. Sementara untuk Partai Golkar, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menjadi yang paling diinginkan sebagai capres muda alternatif dengan persentase 39,3 persen, disusul Fadel Muhammad sebesar 7,5 persen dan Hajriyanto Tohari 5,6 persen. "Banyak responden yang juga menjawab soal Pramono Anung ketika ditanya Golkar. Persentasenya hingga 1,2 persen. Banyak masyarakat yang mengira Pramono dari Golkar," katanya. Imam mengatakan dari 1.070 responden, mayoritas narasumber adalah kelas menengah ke bawah. Untuk penentuan kategori muda, PWS memilih politisi atau calon yang berusia di bawah 56 tahun dan belum pernah mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden sebelumnya, Selanjutnya, di internal Partai Demokrat, nama Ketua DPR Marzuki Alie menempati urutan pertama dengan persentase 33,7 persen, disusul Pramono Edhie Wibowo sebesar 28,3 persen dan Nurhayati Assegaf 5,6 persen. "Mungkin ini karena Marzukie Alie sering tampil di media dan banyak menanggapi isu-isu terkini," ujarnya. Untuk selanjutnya, di internal PKS, survei mendapati Anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid merupakan figur yang paling diinginkan maju sebagai bakal capres. Kemudian di internal Partai Gerindra responden menginginkan wakil Sekretaris Jenderal partai tersebut Fadli Zon untuk dicalonkan sebagai alternatif. "Publik ternyata juga masih menginginkan dari internal PAN yakni Zulkifli Hasan, dari internal PPP Suryadharma Ali, dari internal Partai Hanura ada Hary Tanoesoedibjo, Partai Bulan Bintang yakni MS Kaban, dan PKPI Yusuf Karta Negara sebagai bakal capres alternatif," katanya. PWS melakukan survei tersebut pada 21 September - 24 Oktober 2013 di 34 provinsi, dengan 1.070 responden yang sudah memiliki hak pilih Pemilu 2014. Metode wawancara dilakukan langsung dengan bantuan kuesioner. Sedangkan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan "margin of error" kurang lebih tiga persen. Imam mengatakan peneliti di lapangan juga menghubungi kembali responden untuk melakukan konfimasi. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
