
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga Banyumas

Banyumas, (Antara) - Puluhan rumah warga di empat desa, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. "Bencana angin puting beliung yang terjadi pada hari Jumat (18/10) sore dilaporkan melanda Desa Karangduren, Sokaraja Kulon, Sokaraja Tengah, dan Klahang," kata Sekretaris Kecamatan Sokaraja, Suwondo Geni, di Banyumas, Sabtu. Akan tetapi berdasarkan pendataan, kata dia, kerusakan terparah akibat terjangan angin puting beliung tersebut terjadi di Desa Karangduren karena terdapat 10 rumah di dua RW yang mengalami rusak parah, delapan rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sementara itu di tiga desa lain, lanjut dia, hanya terjadi kerusakan ringan pada rumah-rumah warga termasuk terdapat puluhan pohon tumbang, sehingga dapat segera ditangani dengan cara kerja bakti. Lebih lanjut mengenai bencana angin puting beliung di Desa Karangduren, dia mengatakan bahwa rumah-rumah warga yang mengalami rusak berat rata-rata merupakan rumah semipermanen. "Atap rumah-rumah itu terlepas semua, sehingga hanya menyisakan tiang-tiang penyangganya. Dua tahun yang lalu juga terjadi bencana angin puting beliung di Karangduren," kata dia. Kendati demikian, Suwondo mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Menurut dia, bencana angin puting beliung itu telah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. "Pagi ini, para kepala desa dikumpulkan oleh Pak Bupati (Bupati Banyumas Achmad Husein, red.). Selain itu, warga Karangduren juga direncanakan bekerja bakti memperbaiki rumah-rumah yang rusak dengan dibantu anggota TNI dan Polri," katanya. Salah seorang warga Desa Karangduren, Turyanto (47), mengaku terpaksa menumpang di rumah tetangga karena rumahnya rusak parah akibat diterjang angin puting beliung. "Rumah saya rusak parah, tidak mungkin ditempati lagi," katanya. Sementara itu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dilaporkan dua rumah rusak saat terjadi hujan yang disertai angin puting beliung pada hari Jumat (18/10) sore. "Ada dua rumah, satu rumah di antaranya hancur dan satunya rusak sedang akibat tertimpa pohon jengkol dan pohon duku. Rumah-rumah itu milik Pak Marwoto dan Bu Karni, warga Desa Lengkong, Kecamatan Rakit, serta tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Tursiman, melalui stafnya Andri Sulistyo. Menurut dia, BPBD Banjarnegara bersama warga sekitar telah melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah-rumah itu. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo mengimbau masyarakat di wilayah Jateng bagian selatan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana angin puting beliung yang berpeluang terjadi pada masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. "Pada masa transisi yang perlu diwaspadai adalah angin puting beliung dan petir karena sangat berpeluang terjadi," katanya. Menurut dia, angin puting beliung bersifat lokal dan terjadi akibat pemanasan lokal yang sangat intensif. "Biasanya, cuaca pada pagi hari terlihat cerah dan terasa panas, menjelang siang muncul awan Cumulonimbus (Cb) yang berwarna hitam menjulang tinggi berbentuk seperti bunga kol, dan menjelang sore hari terjadi hujan secara tiba-tiba yang disertai angin kencang," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
