Logo Header Antaranews Sumbar

Iklim Investasi di Padang Belum Menggembirakan

Jumat, 18 Oktober 2013 20:59 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Iklim investasi atau penanaman modal baik asing maupun dalam negeri di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), belum menggembirakan. Peluang dan realisasi investasi di Kota Padang masih jauh dari harapan, kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Kota Padang Muji Susilawati di Padang, Jumat. Ia menyatakan, ada beberapa faktor mendasar yang mempengaruhi iklim investasi tersebut, di antaranya karena Kota Padang rawan bencana (gempa bumi, tsunami, banjir dan kebakaran). Lalu, status kepemilikan lahan yang bersifat ulayat dan kondisi sosial kemasyarakatan yang masih terlalu terbuka bagi masuknya pembaharuan. Penyebab lainnya adalah, terkait aspek psikologis masyarakat Minangkabau secara keseluruhan, katanya. Ia menyebutkan, beberapa program dan peluang investasi yang ditawarkan di Kota Padang seperti, Plaza Andalas, Central Pasar Raya, DCC Simpang Haru dan Koppas Plaza. Sedangkan investasi murni yang baru akan memulai aktifitasnya di Kota Padang berupa superblock, yaitu di Jalan Padang By Pass oleh Grup Basko dan Grub Lippo di Jalan Khatib Sulaiman. Akan tetapi, katanya, memperhatikan gairah investasi yang belum menggembirakan di Padang dan dalam rangka menjamin keamanan berinvestasi, Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama DPRD setempat telah menerbitkan dua Peraturan Daerah (Perda) yang bernilai strategis. Perda itu, yakni Perda Nomor 11 tahun 2009 tentang Pemberian insentif dan Kemudahan Penanaman Modal di Kota Padang dan Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang penanaman modal di kota itu. Dengan berlandaskan pada dua aturan hukum itu, maka telah mulai ada beberapa investasi di Kota Padang seperti pada sektor pariwisata, perikanan, air bersih, persampahan, jasa dan perhubungan. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026