Logo Header Antaranews Sumbar

Jokowi Harapkan Harga Tiket Monorel yang Murah

Rabu, 16 Oktober 2013 13:30 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan harga tiket monorel yang murah agar warga mau meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan sarana transportasi massal. "Kalau tarif monorelnya mahal pasti warga tidak akan ada yang naik, karena itu harus murah," ujar Joko Widodo usai peresmian peletakan batu pertama pembangunan proyek monorel di Jakarta, Rabu. Menurut dia, pihaknya belum bisa menjawab kisaran harga tarif monorel, namun yang jelas harga tiket monorel harus lebih murah daripada menggunakan kendaraan pribadi. "Harga tiketnya harus lebih murah dibandingkan kalau kita pakai kendaraan pribadi," ujar dia. Ia mengatakan bahwa MRT, Monorel, Transjakarta, Kopaja, Metromini, maupun KRL semuanya akan terintegrasi untuk melayani masyarakat yang menggunakan moda transportasi umum. "Kalau MRT, monorelnya sudah jadi, kemudian penambahan bus baru baik untuk bus sedang dan Transjakarta sudah. MRT, Monorel, Transjakarta, Kopaja, Metromini, maupun KRL semuanya akan terintegrasi nantinya," kata dia. Meskipun demikian, semuanya tetap kembali pada hukum-hukum pasar karena pihaknya hanya mengeksekusi program-program untuk mengurangi kemacetan Ibukota. "Saya ini hanya mengeksekusi, arahnya itu ada pada hukum-hukum pasar. Kalau program saja baru dimulai dan ngomongnya nanti mangkrak yah gimana. Orang bekerja itu harus optimis," ujar dia. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek monorel Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu. "Proyek ini berhenti selama 5 tahun, alhamdulillah pada hari ini akan dilaksanakan pembangunan proyek monorel. Kita semangatnya ingin melanjutkan dan tidak ada tiang-tiang yang mangkrak," ujar Joko Widodo saat peresmian "groundbreaking" pembangunan monorel di Jakarta, Rabu. Ia meyakini pembangunan kembali konstruksi fisik proyek monorel ini akan selesai pada akhir 2016. "Kalau sebuah proyek dikerjakan dengan serius pagi siang malam bekerja pasti akan tepat waktu dengan catatan uangnya juga harus siap. Ini dari swasta dan sudah dapat dari pernyataan bahwa uangnya siap dan dokumennya," kata dia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026