
183 Juta Pemilih Masuk Pusat Data KPU

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 183,1 juta pemilih sudah tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang didapat dari 497 kabupaten-kota pada saat penetapan 13 Oktober lalu, kata Staf Ahli Tim Teknis KPU Partono Samino di Jakarta, Selasa. "Jumlah DPT hingga saat ini yang sudah masuk 'data centre' ada 183,1 juta atau sekira 97 persen, itu dari semua kabupaten-kota," kata Partono. Dia menjelaskan data pemilih yang belum masuk ke pusat data Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) ada sedikitnya empat juta pemilih, antara lain Provinsi Jawa Tengah sebanyak dua juta pemilih, DI Yogyakarta ada 200 ribu pemilih, Papua Barat ada 700 ribu pemilih, Sumatera Utara sekira satu juta pemilih serta Sumatera Selatan sebanyak 200 ribu pemilih. Sementara itu untuk data pemilih di Papua Barat, proses pemasukan datanya dilakukan di Jakarta karena terkendala teknis dan keterbatasan jaringan di wilayah tersebut. Sebelumnya, Komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan pihaknya akan mengakumulasi daerah-daerah yang sudah melakukan penetapan DPT. "Rabu (16/10) baru kelihatan kabupaten-kota mana saja yang sudah selesai, sekarang yang di lapangan bergerak maju ke Pusat. Pada 18 Oktober kami akan melakukan penetapan di tingkat provinsi," kata Ferry. Penetapan DPT dilakukan dengan melakukan pemutakhiran di lapangan berdasarkan data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (kemendagri). Pada Februari, Kemendagri menyerahkan 190 juta data pemilih di DPT kepada KPU untuk dimutakhirkan menjadi data pemilih. Dari data tersebut diperoleh 187 juta pemilih tercantum dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang kemudian mengerucut menjadi 181 juta pada daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). Sementara itu, berdasarkan Sidalih yang dapat diakses di situs resmi KPU http://data.kpu.go.id/dpt.php, tercatat sebanyak 183.035.145 pemilih telah terdaftar dalam DPT per 15 Oktober. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
