
Topan Kuat Terpa India

New Delhi, (Antara/Xinhua-OANA) - Topan tropis kuat menerpa Negara Bagian Odisha, India Timur, Sabtu larut malam (12/10), sehingga mengakibatkan hujan lebat dan membuat air laut memasuki daratan. Topan tersebut, yang diberi nama Phailin, memasuki daratan di Odisha pada pukul 21.30 waktu setempat, Sabtu, dengan angin berkecepatan 200 kilometer per jam. Topan itu memutus saluran komunikasi, pasokan listrik dan menumbangkan pohon, kata pemerintah. Meskipun tak ada orang yang tewas akibat topan tersebut, tujuh orang meninggal sebelum topan itu memasuki daratan dalam peristiwa seperti tembok ambruk, kata seorang pejabat senior polisi, Ahad. Pada 1999, topan serupa menewaskan lebih dari 10.000 orang di Odisha. Menurut pemerintah, saat ini setengah juta orang telah diungsikan dari jalur topan di Odisha dan Negara Bagian Andhra Pradesh, yang bertetangga dan tidak terlalu terpengaruh bencana topan itu. "Angkatan Darat India, Angkatan Laut India dan Angkatan Udara India, semuanya, membantu proses pengungsian, bersama dengan personel penanggulangan bencana di negeri ini," kata seorang pejabat pemerintah, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam. Ia menyatakan semua prajurit akan memulai operasi penggelaran kembali di kedua negara bagian itu segera setelah gempuran Topan Phailin mereda. Stasiun TV lokal melaporkan beberapa pohon telah tumbang dan tak ada air minum di banyak bagian Odisha, sementara Kabupaten Ganjam menjadi daerah yang terpengaruh paling parah. Kepala Menteri Odisha Naveen Patnaik telah menyeru warga agar tenang. "Saya meminta setiap orang agar tidak panik. Tolong bantu pemerintah. Setiap orang dari desa sampai markas negara bagian telah disiagakan," katanya. Departemen pengawas cuaca telah meramalkan hujan lebat sampai sangat lebat di Odisha dan pantai utara Andhra Pradesh dalam 36 jam ke depan, dan hujan mengguyur Negara Bagian Benggala Barat dan Jharkand, yang bertetangga. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
