
Migran yang Diselamatkan Dibawa ke Malta

Valetta, (Antara/Xinhua-OANA) - Angkatan bersenjata Malta (AFM) memimpin operasi pertolongan setelah satu kapal yang membawa migran terbalik di perairan antara Malta dan Sisilia, Italia, pada Jumat (11/10). Migran yang berada dalam kondisi kritis diungsikan dengan helikopter ke instalasi medis di Pulau Lampedusa, Italia, sementara migran lain dibawa ke Malta. Sebanyak 50 orang, termasuk 10 anak kecil, dilaporkan telah tewas setelah kapal yang membawa sebanyak 250 migran Afrika terbalik. AFP menyatakan ada 56 penyintas, termasuk 39 lalki, delapan perempuan dan sembilan bayi/anak kecil di kapal perang Italia. Sebanyak 150 penyintas lagi, termasuk 113 lelaki, 20 perempuan dan 17 anak kecil berada di kapal patroli AFM. Sejumlah penyintas lagi, katanya, juga diselamatkan dari perahu penyelamat yang dikerahkan ketika kapal itu terbalik. Kapal yang dipenuhi penumpang tersebut pertama kali dilihat oleh pesawat King Air AFM pada pukul 16.00 waktu setempat. Pesawat itu menjatuhkan perahu penyelamat di dekat orang-orang yang terancam bahaya. Satu kapal patroli AFM tiba di lokasi pada pukul 17.51 waktu setempat dan segera menggagas kegiatan pencarian dan pertolongan, kata Pemerintah Malta. Satu kapal perang dan dua kapal Angkatan Laut Italia membantu upaya pertolongan. Juru bicara pemerintah mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar 60 mil laut di selatan Lampedusa, tepat di dalam daerah pencarian dan pertolongan Malta. Kapal tersebut lebih dekat ke pulau Italia. "Kami mula-mula diberitahu bahwa kapal itu kelihatan tak stabil, tapi kemudian terbalik. Kami diberitahu bahwa banyak orang berada di laut. Sebagian memakai jaket pelampung, tapi yang lain tidak. Kapal patroli Italia juga memberi bantuan," kata juru bicara tersebut. Lebih dari 300 orang tewas-tenggelam ketika satu kapal yang membawa migran Somalia dan Eritrea tenggelam di dekat Lampedusa, cuma lebih sepekan sebelumnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
