Logo Header Antaranews Sumbar

35 Pegawai LPNK Kemristek Peroleh Beasiswa Riset-Pro

Kamis, 3 Oktober 2013 18:15 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 35 pegawai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) atau karyasiswa memperoleh beasiswa S3 dan S2 sebagai bagian dari kegiatan "Research and Innovation in Science and Technology Project (RISET-Pro)". Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta di Jakarta, Kamis mengatakan kegiatan RISET-Pro merupakan hasil kerjasama dengan Bank Dunia, di mana salah satu komponennya yakni peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Iptek. "Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan," ujar Gusti. Namun, menurut dia, tujuan spesifik kegiatan RISET-Pro tersebut untuk menciptkan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang Iptek. Total karyasiswa yang akan dikirim terkait kegiatan tersebut sebanyak 273 orang untuk mengikuti pendidikan gelar Ph.D. dan Master. Dan sebanyak 1250 orang akan mengikuti program nongelar berupa training, individual immersion, tailor made course, dan visiting scholars. Namun untuk tahun 2013 baru 35 karyasiswa yang terdiri dari lima orang program S2 dan 30 orang program S3. Sebanyak 12 orang dari LIPI, lima orang dari BATAN, delapan orang dari BPPT, empat orang dari LAPAN, tiga orang dari BIG, satu orang dari Kemristek, satu orang dari BSN, satu dari UNLAM. Sebanyak dua karyasiswa akan melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, tujuh orang ke Australia, tiga orang ke Belanda, tiga orang ke Inggris, 12 orang ke Jepang, dan delapan orang ke Jerman. "Mereka diikat perjanjian 2 N+1, dimana N adalah lama sekolahnya. Kalau lebih dari waktu itu maka harus mengganti biaya yang sudah dipakai," kata Gusti. Selain beasiswa RISET-Pro, Kemristek melalui program beasiswa pascasarjana juga memberikan beasiswa pendidikan gelar di dalam negeri kepada 77 orang untuk S2 dan 25 orang untuk gelar S3. Para calon peserta disebar ke sejumlah perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Diponegoro. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026