
Terra-Aqua Deteksi 22 "Hotspot" di Riau

Pekanbaru, (Antara) - Satelit Terra dan Aqua kembali mendeteksi kemunculan sebanyak 22 titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau sejak Selasa (1/10). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Rabu meriliskan 22 "hotspot" tersebut tersebar di tiga wilayah kabupaten/kota di Riau. Titik panas (hotspot) diindikasi sebagai peristiwa kebakaran hutan atau lahan. Sebanyak 16 diantaranya terdeteksi berada di Kabupaten Bengkalis, dan empat "hotspot" lainnya berlokasi di Kabupaten Rokan Hilir. Sementara sisanya yakni sebanyak dua titik berada di Kabupaten Rokan Hulu pada beberapa kecamatan di sana. Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Warih Budi Lestari, mengatakan, jumlah titik panas tersebut meningkat dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Menurut dia, hal itu disebabkan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak merata dan intensitasnya masih ringan. Untuk hari ini hingga dua hari kedepan, demikian Warih, menurut analisis atau prakiraan cuaca, sebanyak sepuluh wilayah kabupaten/kota berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan-sedang. "Hanya dua daerah yang cuacanya cerah atau berawan, yakni Kabupaten Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi. Sementara sepuluh kabupaten/kota lainnya berpeluang terjadi hujan," katanya. Hujan dengan intensitas sedang sebelumnya pada Selasa (1/10) malam juga telah melanda Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, secara merata. Curah hujan yang cukup tinggi ketika itu membuat sejumlah kawasan bahkan tergenang."Peluang hujan masih akan ada hingga hari ini, mulai pagi dan sore atau malam hari," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
