
Menteri PAN-RB Jamin Master Soal CPNS Aman

Jakarta, (Antara) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar menjamin master soal tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) aman karena terdapat kata kunci (password) untuk membuka dan menggandakannya. "Master soal itu hanya bisa dibuka oleh orang-orang yang memegang "password", yakni para petugas dari Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)," kata Azwar usai menyerahkan master soal tersebut ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Selasa. Dengan dibekali kata kunci tertentu, maka pihak-pihak yang tidak berwenang sulit untuk mencuri master soal guna kepentingan penggandaan yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, lanjut Azwar, pada saat master soal tersebut dibuka, untuk keperluan penggandaan, harus mendapat pengawasan dari tim pengawas. "Jadi, untuk membuka master soal itu harus dilakukan bersama- sama, antara panitia instansi atau panitia lokal dengan Lemsange, dan itu diawasi oleh anggota tim lain," tambahnya. Sementara itu, Kepala BKN Eko Soetrisno mengatakan pihaknya telah menyusun "standar operating procedure" (SOP) dan tahapan untuk pelaksanaan tes seleksi CPNS. Master soal CPNS sebelumnya telah diberi sandi tertentu atau "encrpyt" oleh petugas dari Lemsaneg. Kata sandi itu dimaksudkan agar tidak ada upaya kecurangan selama proses penggandaan soal tersebut. Penyerahan master soal dilakukan oleh Azwar Abubakar selaku Ketua Pengarah Panselnas kepada Eko Soetrisno selaku Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Nasional CPNS. Sebanyak 20.000 bank soal dipersiapkan untuk menguji jutaan pendaftar CPNS guna mengisi sedikitnya 65.000 formasi di kementerian dan lembaga pemerintahan. Dia memperkirakan sebanyak dua juta pelamar akan berjuang dalam mengisi formasi sebagai aparat negara. Proses penggandaan soal diperkirakan memakan waktu selama tiga pekan dengan penjagaannya yang disiagakan setiap hari. Logistik soal tes untuk kementerian dicetak di Jakarta, demikian juga untuk lembar jawab komputer yang nantinya akan didistribusikan ke 33 provinsi di Tanah Air. Pendistribusian tersebut juga akan dikawal oleh tim dari Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepolisian RI (Polri). "Pengamanan fisik ini perlu, sehingga jangan sampai begitu selesai dicetak, soal-soal itu kemudian hilang. Jadi selesai dicetak, keamanan soal benar-benar dijaga hingga saat pelaksanaan ujian," tambah MenPAN-RB. Selain pengamanan fisik terhadap LJK, sistem tes terkomputerisasi atau "computer assisted test" (CAT) yang digunakan untuk seleksi 70 instansi Pemerintah, juga dikawal keamanannya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
