
BKPN: Perempuan Harus Jadi Konsumen Cerdas

Jakarta, (ANTARA) - Badan Perlindungan Konsumen Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat khususnya kaum perempuan untuk menjadi konsumen cerdas khususnya di era maraknya perdagangan secara "online" atau e-commerce. "Masyarakat, khususnya perempuan harus menjadi konsumen cerdas, karena sebagian besar para perempuan suka berbelanja," kata Rifana Erni, Komisi IV BPKN, usai Focussed Group Discussion (FGD) "Urgensi Perlindungan Konsumen E-commerce di Indonesia", di Jakarta, Kamis. BPKN, kata dia, akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya kaum perempuan agar menjadi konsumen cerdas. Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, dengan menggandeng perguruan tinggi, karang taruna, serta kelompok ibu PKK dan dharma wanita. "Perguruan tinggi diharapkan menjadi ujung tombak edukasi yang disampaikan kepada masyarakat sekitarnya. Perguruan tinggi juga memiliki alumni yang juga diharapkan mengedukasi masyarakat agar melek e-commerce," katanya. Dikatakan, pihaknya saat ini sudah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Sejumlah perguruan tinggi lainnya juga akan diajak kerja sama agar lingkup edukasi konsumen cerdas semakin luas. "Kita juga bekerja sama dengan para ibu, dalam kerja sama dengan berbagai pihak ini kita akan memberikan tips bagaimana bertransaksi aman melalui media online. Ciri-ciri toko online bermasalah seperti apa. Misalnya, kalau tidak ada 'Internet Provider' atau 'addressnya', harap diabaikan. Atau jangan sampai memberikan nama asli ibu kandung jika belanja online meragukan," paparnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
