
Pejabat Palestina: Perundingan Perdamaian Diselenggarakan di Jerusalem

Ramallah, Wilayah Palestina, (Antara/AFP) - Para perunding mengadakan pembicaraan perdamaian di Yerusalem pada Senin, kata para pejabat Palestina kepada kantor berita Prancis AFP, meskipun sumber-sumber Israel menolak untuk mengonfirmasi pertemuan itu. Pertemuan antara kedua pihak, yang diluncurkan di Jerusalem pada Agustus, seringkali diadakan secara rahasia tanpa sepengetahuan media berdasarkan permintaan Amerika Serikat, dan sumber-sumber Palestina tersebut menolak untuk disebut jatidirinya. Selama kunjungan pada Minggu yang difokuskan pada konflik Suriah, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengadakan pembicaraan di Jerusalem dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kerry sedikit sekali memberikan pernyataannya mengenai perundingan perdamaian tersebut. "Kami yakin bahwa cara terbaik adalah berupaya bekerja melalui pilihan-pilihan sulit yang harus dibuat untuk melakukannya secara pribadi," katanya. "Kami tidak akan membahas substansi apa yang kita kerjakan." Sementara itu Presiden Palestina Mahmud Abbas, sepekan setelah bertemu Kerry di London, menolak gagasan tentang kehadiran militer Israel di Lembah Jordan di Tepi Barat berdasarkan perjanjian status akhir. "Keamanan perbatasan (masa depan) negara Palestina adalah tanggung jawab keamanan pasukan Palestina yang pertama dan terutama," katanya kepada wartawan di Yerikho, kota di Tepi Barat. Israel menuntut kehadiran militer Israel jangka panjang di Lembah Yordan dalam kasus negara Palestina didirikan. Keamanan dan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina adalah dua dari banyak masalah yang telah menyebabkan runtuhnya pembicaraan damai di masa lalu. Abbas menyerukan kepada Uni Eropa untuk menegakkan pedoman yang diterbitkan pada Juli yang akan melarang lembaga-lembaga keuangan berurusan dengan atau memberikan pendanaan kepada setiap permukiman Israel di Tepi Barat sejak 2014. Kerry pekan lalu mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan pedoman itu. "Saya tidak meminta masyarakat Eropa jika mereka akan mempertimbangkan penundaan," katanya. "Ini tidak meminta mereka mengubah kebijakan, tetapi meminta mereka untuk menangguhkan atau menunda pelaksanaannya sementara pembicaraan sedang berlangsung," kata Kerry. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
