Logo Header Antaranews Sumbar

Mantan Pejabat Israel Desak PM Terkait Perdamaian Palestina

Selasa, 4 November 2014 13:10 WIB
Image Print

Jerusalem, (Antara/AFP) - Lebih dari 100 orang mantan petinggi Israel yang terdiri dari tentara, pejabat polisi dan pejabat intelijen mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk berdamai dengan Palestina, menurut laporan media setempat Senin. "Kami yang bertandatangan di sini adalah mantan komandan perang dan pensiunan polisi, yang telah berperang untuk Israel, kami memahami bagaimana sakitnya dan tekanan karena peperangan," kata perwakilan dari 105 orang yang telah menandatangani surat untuk Netanyahu. Kutipan surat itu telah diterbitkan oleh situs berita Ynet. Isi surat tersebut meminta Netanyahu untuk mengambil keputusan berani agar berdamai dengan Palestina dan negara Arab lainnya. "Kami telah bertempur dengan gagah berani untuk negara agar terjadi perdamaian untuk anak dan keluarga kami, tetapi faktanya kami justru mengirim anak kami untuk terus kembali berperang," beberapa isi kutipan surat tersebut. " Ini bukanlah masalah benar atau salah, yang kami lakukan di sini adalah untuk meredam konflik yang terjadi, karena perundingan dengan Palestina selalu berakhir dengan kegagalan. Kami berharap atas keputusanmu dan jiwa kepemimpinanmu. Kami akan selalu mendukungmu," lanjutan beberapa kutipan akhir dari isi surat tersebut. Situs tersebut mengatakan surat tersebut adalah inisiatif seorang komandan veteran perang, Jendral Amnon Reshef. Ynet mengatakan bahwa Reshef telah jenuh menghadapi rutinitas perang setiap tahun akibat konflik berkepanjangan. Hal ini mengacu pada Inisiatif Perdamaian Arab pada tahun 2002 mengenai konsinyasi minyak Arab Saudi yang menyerukan Israel untuk menarik diri dari wilayah Palestina termasuk wilayah Jerusalem Timur dalam rangka normalisasi dengan negara-negara Arab. Mantan Presiden Israel dan pemenang Nobel perdamaian Shimon Peres membuat pernyataan pekan lalu. "Ini memalukan, bahwa satu-satunya inisiatif perdamaian adalah Inisiatif Arab. Dimana inisiatif perdamaian Israel?,"kata Shimon Peres. Pembicaraan damai yang ditengahi AS antara Israel dan Palestina telah dibekukan sejak April. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026