
Delegasi Palestina Konsultasi dengan Para Pejabat Mesir

Kairo, (Antara/KUNA/IRNA/AFP) - Kepala delegasi Palestina bersatu untuk perundingan gencatan senjata di Gaza, Azzam Al-Ahmad, Ahad mengadakan konsultasi dengan para pejabat intelijen Mesir mencari kesepakatan gencatan senjata permanen dan komprehensif di Gaza. Al-Ahmad, anggota Komite Sentral Fatah, menggambarkan pertemuan itu sebagai "penting", dan mengatakan bahwa semua anggota delegasi akan mengadakan pertemuan lain dengan pihak Mesir malam ini untuk menerima jawaban Israel dengan tuntutan Palestina. Dia juga menyatakan harapan bahwa kesepakatan akan disimpulkan selama beberapa jam mendatang. Setiap perjanjian harus memenuhi tuntutan Palestina, diatapi menghentikan agresi Israel, mengangkat blokade Gaza dan meluncurkan proses rekonstruksi di Gaza. Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham Ahad mendesak masyarakat internasional, khususnya organisasi kemanusiaan, untuk mendesak rezim Zionis mencabut blokade di Gaza. Semua orang di seluruh dunia prihatin tentang tragedi kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza, kata Afkham, menyuarakan keprihatinan atas pembatasan mengirimkan bantuan medis ke Gaza dan penyebaran penyakit di wilayah Palestina yang terkepung. Mengecam rezim Zionis karena terus melanjutkan pembantaian warga sipil di Gaza, Afkham mengatakan, keputusan yang ditetapkan oleh perlawanan Palestina untuk gencatan senjata benar-benar didasarkan pada hak-hak dasar manusia. Juru bicara itu menekankan perlunya untuk membantu merekonstruksi wilayah perang yang babak-belur dan mencegah rezim Zionis dari melemparkan hambatan dalam perjalanan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Sementara itu Kepala kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa Valerie Amos Ahad mengatakan dalam kunjungan ke Iran bahwa ia perlu waktu beberapa bulan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur PBB yang disebabkan oleh pemboman Israel di Gaza. "Kerusakan rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah dan tempat-tempat penampungan UNRWA di mana pengungsi mencari perlindungan akan perlu waktu beberapa bulan untuk membangun kembali," katanya, mengacu pada lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina. Amos berbicara kepada wartawan pada awal kunjungan dua hari, akan pembicaraan dengan para pejabat Iran mengenai krisis kemanusiaan mendatangkan konflik di Jalur Gaza, Suriah dan Irak. "PBB terus merespon termasuk pengiriman makanan, air danbarang-barang rumah tangga. Obat-obatan dan bahan bakar sedang dikirim ke rumah sakit," katanya.kata. Sebanyak 97 instalasi UNRWA, termasuk pusat kesehatan dan distribusi makanan, serta sekolah-sekolah, telah rusak dalam perang sejak 8 Juli antara Israel dan gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Konflik, di mana gencatan senjata yang ditengahi Mesir, telah membunuh hampir 2.000 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, dan 67 di sisi Israel, hampir semua prajurit. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
