
Hamas: Mesir Tangkap Dua Nelayan Gaza

Gaza City, Wilayah Palestina, (Antara/AFP) - Pasukan angkatan laut Mesir melepaskan tembakan kepada nelayan Palestina di lepas pantai selatan Jalur Gaza dan menangkap dua dari mereka, kata gerakan Hamas yang menguasai kantong Palestina. Hamas "mengecam penembakan dari kapal perang Mesir yang menuju Palestina di perairan Palestina, dan menangkap beberapa dari mereka," kata juru bicara gerakan Sami Abu Zuhri dalam sebuah pernyataan. Satu sumber keamanan setempat mengatakan, pasukan angkatan laut Mesir menembaki dua nelayan di kota lepas pantai perairan selatan Gaza, Rafah, dan menangkap mereka, namun mencatat dalam insiden itu mereka tidak ada yang luka. Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa pekan terakhir bahwa pasukan Mesir telah melepaskan tembakan terhadap nelayan Gaza dan melakukan penangkapan. Pada 30 Agustus dua nelayan Palestina terluka dan lima orang lainnya ditangkap oleh pasukan angkatan laut Mesir, menurut Hamas, yang memerintah Gaza sejak tahun 2007. Insiden Sabtu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Hamas dan Mesir. Pada 31 Agustus, kementerian luar negeri Mesir menuduh Hamas merampok satu pusat kebudayaan Mesir di Gaza dan menahan beberapa orang Mesir. Dan pada Kamis, dua tank tentara Mesir menyeberangi pagar perbatasan menuju Gaza untuk pertama kalinya. Hubungan antara Mesir dan gerakan Islam Palestina itu makin memburuk sejak penggulingan yang dipimpin militer pada 3 Juli terhadap presiden Mohamed Moursi. Pemimpin Ikhwanul Muslimin itu terguling saat dalam tahanan, dituduh berkolusi dengan Hamas dalam kasus penjebolan penjara dan membunuh polisi selama pemberontakan 2011 yang menggulingkan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Tentara Mesir sejak kudeta Juli menghancurkan banyak terowongan Ikhwanul sekutu Hamas yang digunakan untuk membawa persediaan ke Jalur Gaza yang setengah diblokade itu. Mesir menutup perbatasan Rafah dengan Gaza pada 19 Agustus setelah serangan mematikan yang menewaskan sekitar 24 polisi, dan sekarang membuka penyeberangan untuk beberapa jam sehari demi tujuan "kemanusiaan" saja. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
