Logo Header Antaranews Sumbar

Menteri Mesir Tuduh Ikhwanul Muslimin-Hamas Bertanggung Jawab

Jumat, 3 Januari 2014 08:40 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri Dalam Negeri Mesir Mohamed Ibrahim, Kamis (2/1), menuduh Ikhwanul Muslimin dan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) sebagai "pelaku serangan teror" baru-baru ini di Mesir. "Penyelidikan awal membuktikan keterlibatan kelompok ... Ikhwanul Muslimin dalam aksi kerusuhan belum lama ini," kata Ibrahim dalam satu taklimat. Ia menyatakan kelompok tersebut membuka saluran dengan HAMAS --yang menyediakannya dukungan logistik dan pelatihan militer. Ia terutama menyatakan HAMAS memberi dukungan kepada pelaku serangan dalam aksi baru-baru ini terhadap markas keamanan di Provinsi Daqahliya di sebelah utara Kairo, sehingga menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 130 orang lagi. Menteri tersebut menambahkan beberapa pelaku teror yang terlibat dalam serangan di Daqahliya telah ditangkap. Ia menyatakan anggota Ikhwanul Muslimin Amer Mosad Abdel-Hamid --yang ketika ditangkap di Daqahliya menyimpan senapan mesin-- mengaku ia "telah menerima pelatihan militer di Jalur Gaza bersama dengan sejumlah lagi anggota Ikhwanul Muslimin". Abdel-Hamid mengungkapkan ia dan anggota lain Ikhwanul Muslimin "berada di belakang serangan lain" di Mesir, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Menteri Dalam Negeri Mesir menyeru rakyat Mesir agar turun ke jalan pada 25 Januari guna merayakan peringatan aksi perlawanan 2011 guna menggagalkan upaya oleh Ikhwanul Muslimin untuk merusak acara itu. Pemerintah, Rabu (25/12), mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai "organisasi teroris", sehari setelah satu ledakan mengguncang markas departemen keamanan di Provinsi Daqahliya, sebelah utara Ibu Kota Mesir, Kairo, sehingga menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 100 orang lagi. Ribuan orang telah ditangkap sejak penggulingan presiden Mohamed Moursi pada awal Juli. Pada akhir Desember pemerintah Mesir menangkap Yassir Ali, seorang tokoh Ikhwanul Muslimin dan juru bicara mantan presiden Mohamed Moursi, kata Menteri Dalam Negeri Mohamed Ibrahim kepada satu saluran televisi lokal. "Yassir Ali telah diserahkan ke kantor polisi Dokki di Giza," kata menteri tersebut pada Selasa (31/12). Dalam pernyataan pers, Ali mengatakan personel militer dan polisi menangkap tiga orang yang dicurigai akan memasang bom di pinggir jalan di kota Rafah. Pasukan keamanan juga menangkap tujuh orang lagi karena dicurigai sebagai anggota kelompok gerilyawan, katanya. Pada Kamis (2/1) militer Mesir menewaskan seorang gerilyawan sewaktu ia memasang peledak di dekat Rumah Sakit Sheikh Zuweid di Sinai Utara, kata satu sumber keamanan. Ia menambahkan mayat gerilyawan yang tewas tersebut dibawa oleh rekannya sebelum mereka melarikan diri dari daerah itu, dan pasukan militer menjinakkan peledak tersebut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026