
Hamas: Aksi Militer Mesir di Jalur Gaza Meningkat

Kota Gaza, (Antara/Xinhua-OANA) - Daerah perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza, yang dikuasai HAMAS, menghadapi peningkatan mencolok aksi keamanan militer Mesir dalam menghancurkan puluhan terowongan di bawah perbatasan yang digunakan untuk melakukan penyelundupan, kata sumber HAMAS, Ahad (1/9). Sumber tersebut memberitahu Xinhua selama lebih dari tiga hari belakangan, militer Mesir telah menghancurkan 30 terowongan di bawah perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza, kebanyakan berada di Permukiman Al-Barazil di Kota Kecil Rafah di bagian selatan Jalur Gaza. Warga di kota kecil itu menyatakan mereka melihat asap membubung ke udara dari daerah tersebut dan mendengar suara ledakan sangat kuat. Mereka menambahkan penghancuran terowongan itu adalah bagian dari operasi besar yang dilancarkan oleh pasukan militer Mesir di daerah tersebut. Warga juga mengatakan mereka melihat buldozer Mesir sedang menghancurkan bangunan di perbatasan di wilayah Mesir, dan menyampaikan keprihatinan penghancuran rumah di sepanjang perbatasan mungkin adalah langkah persiapan untuk menciptakan zona larangan 500 meter di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza. Sobhi radwan, Walikota Rafah, mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi-- apa yang terjadi di daerah perbatasan "meningkatkan keprihatinan kami bahwa militer Mesir bermaksud membentuk zona-larangan keamanan di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir". "Kendaraan Mesir melancarkan aksi yang tak pernah terjadi sebelumnya, yaitu menghancurkan bangunan dan terowongan di perbatasan di wilayah Mesir, tampaknya utnuk mempersiapkan pembentukan zona-larangan keamanan," kata Radwan. Ditambahkannya, "Lebih dari 90 persen terowongan tak bisa dioperasikan akibat aksi itu." Perkembangan yang berlangsung di daerah perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir telah membuat Pemerintah HAMAS menyeru Mesir agar tidak mendirikan zona-larangan keamanan, kata Juru Bicara Pemerintah HAMAS Ihab Al-Ghussein. "Zona-larangan keamanan tak pernah dapat dibentuk di antara saudara atau di perbatasan dua negara bersaudara. Jalur Gaza adalah garis pertama pertahanan buat Mesir dan hanya yang baik saja yang datang dari situ," kata Al-Ghussein. Ia menyampaikan harapan bahwa Mesir mau membangun zona perdagangan bebas. Aksi pasukan keamanan Mesir untuk menghancurkan terowongan di bawah perbatasan telah berlangsung sejak protes 30 Juni, yang menggulingkan presiden Mohamed Moursi, cuma satu tahun setelah ia terpilih. Aksi itu meningkat setelah serangan militer berdarah terhadap militer Mesir di Sinai. Segera setelah HAMAS melalui kekuatan menguasai Jalur Gaza pada 2007, Israel memberlakukan blokade ketat di daerah kantung pantai tersebut. Untuk membangkang terhadap blokade Israel, rakyat Palestina menggali ratusan terowongan guna memperolah makanan, obat dan bahan bakar dari Mesir. Terowongan tersebut menutup 40 anggaran HAMAS.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
