
Hodgson Bela Taktik-taktik Inggris

London, (Antara/Reuters) - Pelatih tim nasional Inggris Roy Hodgson membela timnya setelah hasil imbang 0-0 yang didapat "Tim Tiga Singa" saat menghadapi Ukraina pada Selasa menuai banyak kritik. Satu angka dari pertandingan di Kiev membuat Inggris tetap berada di jalur untuk mengikuti putaran final Piala Dunia tahun depan, namun taktik-taktik negatif dan kurangnya ketajaman menjadi bukti bahwa pasukan Hodgson masih jauh dari tim-tim terbaik dunia. Mantan penyerang Inggris yang sekarang menjadi pengamat sepak bola di BBC Gary Lineker menyebut penampilan tim tersebut sebagai "menyedihkan." Bagaimanapun, Hodgson terlihat geram dengan reaksi tersebut. "Saya terkejut karena seseorang yang pernah bermain untuk Inggris, menjadi kapten Inggris, dan memainkan pertandingan-pertandingan di alam ini dapat menjadi begitu kritis," kata Hodgson seperti dikutip sejumlah surat kabar Inggris. "Ini adalah kedua kalinya. Kekecewaan saya akan disebabkan karena saya melihat Gary Lineker bermain, saya ingat ia menjadi kapten tikm dan memainkan beberapa pertandingan hebat untuk Inggris, namun saya juga yakin ia memainkan beberapa pertandingan yang tidak mudah, dan saya tidak berpikir setiap pertandingan yang ia mainkan untuk Inggris sukses total." "Saya berusaha menenangkan banyak orang namun saya khawatir saya hanya melihat sekelompok pemain yang kehilangan tujuh anggota tim pertamanya mengalahkan Moldova 4-0 dan datang ke Ukraina dan bermain imbang 0-0." "Anda dapat mengkritik kami atau memuji kami atau melakukan apapun yang Anda inginkan, namun jangan berpikir Anda akan meletakkan kata-kata ke mulut saya atau membuat saya menyetujui opini-opini ini." Hodgson mengatakan Lineker telah berlebihan. "Saya akan terkejut jika saya turun ke jalan-jalan dalam beberapa pekan mendatang dan orang-orang tidak benar-benar berkata 'Anda melakukannya dengan baik di dua pertandingan itu.' Saya akan terkejut. Namun kita lihat saja." Inggris menjadi tim yang sulit dikalahkan sejak Hodgson mengambil alih tongkat kepelatihan dari Fabio Capello, di mana mereka hanya kalah satu kali dari 20 pertandingan. Mereka jarang terlihat sebagai tim yang berpeluang menjadi juara pada turnamen-turnamen utama, dan begitu kerepotan saat menghadapi Italia di perempat final Piala Eropa 2012 sebelum kalah adu penalti. Sejauh ini di fase kualifikasi Piala Dunia, mereka hanya mampu mencatatkan kemenangan atas San Marino dan Moldova. Kapten Steven Gerrard juga membela penampilan Inggris. "Pelatih meminta kami untuk tidak kemasukan sama sekali sebelum pertandingan," kata Gerrard kepada The Guardian. "Ia meminta kami untuk menjadi tim yang sulit dikalahkan dan meyakinkan (posisi juara) grup tetap berada di tangan kami." (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
