
Ratusan Buruh Cladtek Batam Kembali Unjukrasa

Batam, (Antara) - Ratusan buruh PT Cladtek kawasan Industri Batuampar, Kota Batam, Rabu siang menggelar unjukrasa menuntut manajemen mempermanenkan status kepegawaian mereka di perusahaan pembuat pipa tersebut. "Kami sudah berkali-kali sambung kontrak di sini. Namun manajemen tidak mau mempermanenkan status kepegawaian sekitar 500 karyawan," kata koordinator aksi, Farid Harja. Ia mengatakan, dari sekitar 700 buruh Cladtek yang sudah bertahun-tahun bekerja hanya sekitar 20 persen berstatus karyawan tetap, sisanya masih kontrak meski sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan. "Kami ingin kejelasan status. Bukan putus sambung putus sambung tanpa dipermanenkan seperti ini. Kami tidak ingin selamannya menjadi karyawan kontrak," kata dia. Selain menuntut status permanen, buruh juga minta perusahaan terbuka dalam pembuatan naskah kontrak kerja bagi seluruh karyawan. Buruh menuding manajemen sering mengubah naskah kontrak tanpa sepengetahuan pekerja bersangkutan yang dinilai sangat merugikan buruh. "Perusahaan banyak mengubah data kontrak karyawan tanpa sepengetahuan kami. Mereka juga memutus hubungan kerja sepihak dengan alasan masa kontrak habis," kata Farid. Mereka juga mengecam perusahaan yang memutuskan hubungan kerja dengan ketua dan sekretaris pelaksana unit kerja (PUK) melalui telepon setelah mereka turut memperjuangkan nasib buruh. Buruh mengatakan, aksi tersebut merupakan yang kesekian kalinya digelar sejak awal 2013. Mereka mengatakan akan terus melakukan aksi dan mogok kerja jika tidak ada kejelasan status dari perusahaan "Kami sudah berulang kali melakukan aksi, namun manajemen tidak pernah mengakomodir keinginan buruh," kata dia. Hingga saat ini ratusan buruh masih bertahan di depan gerbang perusahaan. Sementara sebagian lain memilih meninggalkan perusahaan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
