
Pemerhati: Sumbar Perlu Percepat Peningkatan Populasi Sapi

Padang, (Antara) - Pemerhati Bidang Peternakan Sumatera Barat Dr Jefrinur mengingatkan pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau sebagai upaya menekan penurunan setiap tahun. Data yang diumumkan Badan Pusat Statistik Sumbar yang menunjukkan terjadi penurunan populasi ternak sapi dan kerbau, mesti dijadikan bahan evaluasi untuk menyiapkan langkah-langkah strategis ke depan, kata Dekan Fakultas Peternakan Unand Jefrinur ketika diminta tanggapannya di Padang, Sabtu. BPS Sumbar mengungkapkan, populasi sapi dan kerbau pada 2013 mengalami penurunan sebanyak 18.436 ekor dibandingkan pada 2011. Penurunan diketahui berdasarkan pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau (PSPK) 2011 populasinya tercatat 427.807 ekor sedangkan dari hasil Sensus Pertanian 2013 populasinya 409.371 ekor. Menurut Jefrinur, apabila lambat dalam melakukan antisipasi penurunan populasi ternak di Sumbar, tentu bisa menjadi ancaman untuk menjadi daerah penyangga swasembada daging nasional. Oleh karena itu, diperlukan percepatan langkah-langkah cepat melalui peningkatan ilmu dan teknologi (Iptek) dan membatasi pemasokan ternak ke provinsi tentangga. Sumbar sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi daerah pemasok ternak sapi ke Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan sebagian Jambi dan Bengkulu. Ia juga menyarankan digencarkan program intensifikasi ternak sapi di sektor pembibitan, pemasukan sapi bakalan serta melakukan penyuluhan lapangan. Penyuluhan lapangan mesti diintensifkan mulai dari sektor hulu hingga hilir, sehingga dapat mendorong pelaku peternakan. Sentra sapi dan kerbau terbanyak terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah populasi 82.356 ribuekor. Kemudian Kabupaten Padangpariaman (44.131 ekor), dan Kabupaten Agam (42.616 ekor). Sementara itu, hanya tiga wilayah yang mengalami peningkatan populasi yakni Pasaman Barat (724 ekor), Dharmasraya (319 ekor), dan Bukittinggi (42 ekor). (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
