
Haji Ibarat Pasukan Elit Harus Militan

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jenderal TNI (Purn) H Djoko Santoso meminta para haji, terutama yang tergabung dalam ormas IPHI, memiliki sikap militan dalam memajukan umat khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Para haji itu ibarat pasukan elit bagi umat Islam. Kalau elitnya punya militansi, khususnya dalam memajukan umat di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka umat akan maju dan sejahtera," kata Djoko Santoso dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Selasa, terkait akan berangkatnya para calon haji ke Tanah Suci dalam waktu dekat. Mantan Panglima TNI itu juga mengajak para haji menjadi panutan bagi masyarkat luas, serta berharap para pengurus dan anggota IPHI yang berjumlah sekitar 4,7 juta orang selalu meluangkan waktu dan berjuang secara ikhlas untuk kemaslahatan umat. Ia juga mendoakan agar para haji yang akan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat mendapatkan kemudahan dan keselamatan serta dapat menjadi haji mabrur yang tiada lain balasannya dari Allah SWT kecuali "jannah" (surga). Panglima TNI 2007-2010 itu menyatakan sependapat dengan Ketua Umum IPHI H Kurdi Mustofa yang mengemukakan perlunya perubahan "mindset" (pola pikir) para pengurus IPHI, yakni dari "dakwah bil-lisan" (dakwah melalu lisan) menuju "dakwah bil-hal" (dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata). Sebelumnya, Ketua Umum IPHI pada Halalbihalal IPHI di Wonogiri, Jawa Tengah, akhir pekan lalu mengemukakan, selama ini kegiatan IPHI lebih fokus pada pembinaan internal, yakni peningkatan kualitas kemabruran bagi jamaah haji, sedangkan kegiatan yang khusus bersifat keumatan dirasakan masih kurang. Melihat realitas seperti itu ia menekankan pentingnya perubahan "mindset" dan paradigma pengurus serta keluarga besar IPHI, dari dakwah lisan ke dakwah dengan perbuatan nyata untuk kemaslahatan umat. Dakwah perbuatan itu sendiri harus menitikberatkan pada tiga aspek penting dan strategis, yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. "Dalam kaitan ini saya merasa bangga pada para pengurus IPHI Kabupaten Wonogiri yang telah berhasil memajukan bidang pendidikan, khususnya pendidikan untuk anak-anak usia dini," kata Kurdi Mustofa. Mantan Sekretaris Pribadi Presiden SBY itu selanjutnya menyarankan kepada para pengurus IPHI dari daerah-daerah lain di Indonesia untuk melakukan studi banding ke IPHI Wonogiri yang telah mendapatkan "IPHI Award" di bidang pendidikan. Kurdi juga kembali menginformasikan bahwa pengurus dan anggota IPHI yang tersebar di seluruh Indonesia sepakat mengorbitkan Panglima TNI periode 2007-2010 Jenderal TNI (Purn) H Djoko Santoso sebagai calon presiden 2014-2019. Menurut dia, kalau organisasi lain mendorong kadernya sebagai capres, IPHI juga berhak mempromosikan putra terbaiknya sebagai capres pada 2014. Sedangkan mengenai partai pendukung, ia menyatakan tidak etis untuk mengemukakan sekarang. "Tunggu setelah pemilu legislatif nanti. Komunikasi dengan partai-partai politik terus kami lakukan. Alhamdulillah tanggapan mereka positif karena rekam jejak Pak Djoko Santoso sangat baik. Selain itu kemampuan manajerial dan kepemimpinannya juga sudah teruji," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
