
BPS jelaskan penyebab inflasi dua kota di Sumatera Barat

Padang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) menjelaskan penyebab inflasi gabungan dua kota di provinsi setempat yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi secara year on year (y on y).
"Inflasi y on y gabungan dua kota terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada 10 kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Provinsi Sumbar Sugeng Arianto di Padang, Rabu.
Ia mengatakan 10 kelompok pengeluaran yang dimaksud ialah kelompok transportasi sebesar 8,29 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,73 persen, makanan, minuman dan tembakau 3,28 persen.
Selain itu, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,85 persen, kesehatan 2,50 persen, pendidikan 2,37 persen, rekreasi, olah raga dan budaya sebesar 2,29 persen, pakaian dan alas kaki 1,37 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,29 persen serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,15 persen.
Ia mengatakan kelompok yang mengalami deflasi adalah sektor informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.
Pada Agustus 2023 inflasi y on y Kota Padang yakni 3,22 persen dengan indeks harga konsumen 116,30. Inflasi Bukittinggi tercatat sebesar 3,32 persen dengan indeks harga konsumen 116,08 persen. Secara agregat, inflasi y on y gabungan dua kota tersebut yakni 3,23 persen dengan indeks harga konsumen 116,28.
Secara umum, lanjut dia, kelompok yang dominan memberikan andil inflasi periode Agustus secara y on y gabungan dua kota itu di antaranya transportasi sebesar 1,20 persen diikuti makanan, minuman dan tembakau 1,02 persen.
Selain itu, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,27 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,22 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,17 persen, pendidikan 0,13 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,05 persen.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil dominan terhadap inflasi Kota Padang maupun Bukittinggi, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, mobil dan kentang, rokok putih, angkutan dalam kota hingga emas perhiasan.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
