Logo Header Antaranews Sumbar

Ahli PBB Masuki Lebanon Setelah Penyelidikan di Suriah

Sabtu, 31 Agustus 2013 16:47 WIB
Image Print

Chtaura, Lebanon, (Antara/AFP) - Tim penyelidik Perserikatan Bangsa Bangsa melintasi masuk Lebanon dari Suriah pada Sabtu setelah melengkapi penyelidikan mereka mengenai serangan senjata kimia dekat Damaskus, berdasarkan laporan AFP. Pemeriksa PBB melintasi perbatasan dalam sebuah konvoi kendaraan pada pukul 7.40 waktu setempat dikawal pasukan keamanan Lebanon. Sebanyak 13 orang pemeriksa, dipimpin Ake Sellstrom, meninggalkan hotel mereka di Damaskus sebelum fajar. Keberangkatan para ahli PBB meningkatkan ekspektasi dari kemungkinan serangan militer internasional terhadap rezim. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pada Jumat, negaranya sedang menimbang secara terbatas terkait tindakan menyerang Suriah, bersikeras bahwa dunia memiliki kewajiban untuk bertindak setelah ratusan perempuan dan anak-anak tewas setelah menghirup gas. Obama menekankan dirinya tidak membuat putusan akhir untuk melancarkan serangan militer terhadap rezim Bashar, namun memberikan indikasi jelas bahwa serangan tersebut semakin dekat. Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan serangan militer terhadap Suriah dapat terjadi pada Rabu dan penolakan Inggris terkait intervensi bersenjata tidak akan mempengaruhi pendirian pemerintahannya. "Prancis menginginkan tindakan tegas dan proporsional terhadap rezim Damaskus," katanya saat wawancara dengan harian Le Monde. Parlemen Prancis bertemu pada Rabu dalam sesi darurat Suriah. Washington mengatakan sebanyak 1.429 orang, termasuk 426 anak-anak, tewas dalam serangan kimia yang dilakukan rezim Bashar pekan lalu. Angela Kane, utusan PBB untuk perlucutan senjata yang telah mengunjungi Suriah dengan para PBB, meninggalkan Damaskus menggunakan mobil pada Jumat ke perbatasan Lebanon. Dia diharapkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di New York pada Sabtu malam. Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan para ahli PBB akan mempercepat laporannya terkait apakah senjata kimia digunakan dalam perang saudara di Suriah. Juru bicara mengatakan dalam sebuah pertemuan di New york bahwa Ban siap bertemu dengan Dewan Keamanan PBB terkait investigasi dalam penggunaan senjata kimia pada pekan ini jika dibutuhkan. Kepala PBB merinci kemajuan yang dibuat tim inspeksi selama pertemuan dengan duta besar PBB dari Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat. "Tim melengkapi pengumpulan sampel dan bukti," kata Nesirky kepada para wartawan. Para ahli PBB telah bertugas dengan mengambil sampel dari daerah yang diduga terdapat senjata kimia di Ghouta dekat Damaskus untuk dibawa ke laboratorium di Eropa. "Tim Dr Sellstrom melakukan sepenuhnya untuk proses analisis bukti yang diperoleh. Dibutuhkan perhatian yang ketat untukmenjaga integritas proses," ujar Nesirky. Juru bicara mengatakan laporan akhir ditulis oleh tim inspeksi yang akan diberikan kepada semua negara anggota PBB. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026