
Menhut Ajak Masyarakat Giat Tanam Pohon

Banjarnegara, (Antara) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengajak masyarakat Indonesia khususnya warga Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk giat melakukan penanaman pohon di lahan kosong. "Jangan ada lahan yang kosong, tanami jati boleh, sengon boleh. Tanam pohon yang memberikan manfaat, jangan dibiarkan saja," katanya saat memberi sambutan pada acara Banjarnegara Hijau Bersama Ebiet G. Ade dalam rangkaian kegiatan Festival Serayu Banjarnegara (FSB) 2013, di Banjarnegara, Sabtu. Di bawah pohon-pohon itu, kata dia, masyarakat bisa beternak sapi atau domba maupun menanam kacang-kacangan, cabai, dan sebagainya sehingga tidak perlu impor dari negara lain. Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan bahwa orang Indonesia tidak seharusnya hidup miskin karena memiliki negara yang subur dan disinari matahari sepanjang tahun, berbeda dengan negara-negara lain. Dalam hal ini, dia mencontohkan negara Swedia yang memiliki luas lahan hanya 40 juta hektare. "Kita ini sepanjang tahun ada sinar matahari, lahannya subur. Oleh karena itu, kalau tanam kayu sengon, lima tahun bisa panen," katanya. Akan tetapi, kata dia, masyarakat Indonesia yang memiliki luas lahan hingga 188 juta hektare justru kalah dari Swedia yang tanahnya lebih sempit. Menurut dia, dari penebangan pohon di Swedia setiap tahunnya bisa menghasilkan 110 miliar dolar atau sekitar Rp1.100 triliun. "Jumlah tersebut sama dengan hasil pajak seluruh orang Indonesia, bayangkan, baru dari pohonnya. Padahal, orang Swedia menebang pohonnya paling cepat setelah pohon itu berusia 100 tahun, kita di sini lima tahun sudah panen," katanya. Terkait hal itu, Menhut mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Mahaesa karena telah memberi tanah yang subur, sehingga dapat ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat. Kendati demikian, dia meminta masyarakat untuk tidak menebang pohon yang mereka tanam sebelum pohonnya besar di saat membutuhkan uang. "Jangan lagi dilakukan," kata dia menegaskan. Menurut dia, Kementerian Kehutanan saat ini memiliki program Pinjaman Tunda Tebang dengan bunga sebesar 5,7 persen per tahun dengan lama pinjaman maksimal sembilan tahun dan ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan dana namun pohon yang ditanamnya belum cukup umur untuk ditebang. Di bagian lain, Zulkfli mengatakan bahwa saat ini, tidak ada lagi alasa generasi muda untuk menganggur setelah menyelesaikan pendidikannya. "Kita punya lahan yang subur. Usaha di sektor kehutanan tidak perlu keahlian khusus, asal mau saja," katanya. Oleh karena itu, kata dia, generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikannya bisa menanami lahan kosong dengan tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan seperti jati dan sengon. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
