
Menlu: Mesir Takkan Ikut dalam Serangan Militer Terhadap Suriah

Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Menteri luar negeri Mesir, Kamis, mengatakan Kairo takkan ikut dalam serangan militer terhadap Suriah, meskipun Mesir menentang dan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh pihak manapun. "Mesir takkan ikut dalam setiap operasi militer terhadap Suriah, dan dengan kuat menentang campur tangan militer di negeri tersebut," kata Nabil Fahmy sebagaimana dikutip kantor berita resmi Mesir, MENA. Diplomat senior itu kembali menyampaikan seruan kepada masyarakat internasional agar menyeret ke pengadilan orang yang bertanggung-jawab atas "aksi kejam" semacam itu, dengan dasar laporan tim penyelidik PBB. Mensahkan kekerasan dalam hubungan internasional ditolak dalam segala kasus kecuali untuk bela diri, kata Fahmy sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis petang. "Mesir mendesak semua pihak di Suriah dan masyarakat internasional agar mengaktifkan Konferensi Jenewa II untuk mencapai penyelesaian politik, yang dapat mengakhiri krisis Suriah, memelihara persatuannya, dan menganggapi aspirasi rakyatnya," kata Fahmy. Satu tim pemeriksa PBB yang menyelidikan serangan gas di Suriah akan meninggalkan negara Arab tersebut pada Sabtu pagi, kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Wina, Kamis. Oposisi Suriah telah menuduh pemerintah Presiden Bashar al-Assad melakukan "pembantaian" yang tak pernah terjad sebelumnya dengan menggunakan gas beracun, tuduhan yang dengan keras dibantah oleh Pemerintah Suriah. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
