
Gubernur: Lestarikan Adat Bisa dengan Lomba Pidato

Batusangkar, (Antara) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan lomba pidato adat tingkat pelajar SLTA se-Sumbar merupakan upaya melestarikan adat dan budaya. Gubernur saat membuka lomba pidato adat tingkat pelajar SLTA se-Sumbar di Balai Adat Bodi Chaniago kompleks Istano Basa Pagaruyung, Rabu, menyampaikan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya serta identitas diri orang Minangkabau. "Telah banyak tokoh Minangkabau yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional seperti Bung Hatta, M Yamin, Tan Malaka serta tokoh lainnya baik sebagai politisi, diplomat maupun budayawan," kata Irwan. Dia menambahkan ketokohan mereka menggema karena mampu menjalankan falsafah hidup Minangkabau. Untuk itu, Gubernur berharap generasi muda khususnya para pelajar SLTA dapat menyelaraskan agama dan adat istiadat Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak akan kehilangan identitas sebagai orang Minangkabau. Sementara itu, Bupati Tanahdatar M. Shadiq Pasadigoe menyampaikan lomba pidato adat ini merupakan salah satu cara untuk pelestarian adat dan budaya Minangkabau. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan pemahaman masyarakat terutama generasi muda terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau, tuturnya. Ia menyebutkan, keberadaan tokoh adat dan niniak mamak untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau sangat menentukan karena di setiap nagari mempunyai kekhasan adat masing-masing yang dikenal dengan "adat salingka nagari, pusako salingka kaum". "Jika niniak mamak pemangku adatnya lemah, maka adatnya juga lemah. Kekuatan niniak mamak berada pada jati diri, sako dan pusako serta memberikan perlindungan hukum adat kepada anak kemenakannya," katanya. Untuk itu, tambahnya, pemerintah daerah telah menyikapinya dengan melalukan beberapa terobosan agar niniak mamak pemangku adat tersebut terealisasi di tengah-tengah kehidupan anak keponakan di Luak Nan Tuo. "Langkah pemerintah itu terlihat dalam satu di antara tujuh agenda pokok program pembangunan dimana menjadikan iman, taqwa, moral dan akhlak yang berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah," tutur Shadiq. Lomba pidato adat akan berlangsung selama dua hari di Balai Adat Bodi Chaniago Pagaruyung dengan diikuti 17 tim peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Sumbar. (**/fan/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
