Logo Header Antaranews Sumbar

Peraturan Tata Niaga Daging Segera Diteken

Rabu, 28 Agustus 2013 14:33 WIB
Image Print
Daging. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Peraturan sejumlah menteri terkait yang berhubungan dengan tata niaga impor daging sapi akan segera ditandatangani sebagai salah satu bagian dari implementasi paket kebijakan ekonomi yang telah diumumkan pemerintah. "Besok, Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) dan Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) terkait tata niaga daging akan ditandatangani," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu. Menurut Gita, langkah perbaikan di dalam tata niaga daging diharapkan dapat berdampak kepada kestabilan nilai rupiah karena terkait dengan aktivitas ekspor-impor. Komisi VI DPR RI pada Rabu (28/8) ini menggelar rapat dengar pendapat tidak hanya dengan Kementerian Perdagangan, tetapi juga dengan Kementerian Perindustrian dan sejumlah pihak terkait seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Ketua Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto mengemukakan, rapat tersebut dilakukan antara lain untuk mengkaji bagaimana langkah-langkah yang diambil pemerintah terutama mengingat defisit neraca perdagangan yang semakin melebar dan memperlemah kekuatan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang lainnya. Sebagaimana diberitakan, keempat kebijakan yang telah diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa bertujuan memperbaiki neraca transaksi berjalan, termasuk menjaga nilai tukar rupiah, menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli, menjaga inflasi, dan mendorong percepatan investasi. Salah satu paket tersebut adalah mengubah tata niaga impor daging sapi dan produk hortikultura, yang diubah pembatasan kuantitas atau kuota menjadi mekanisme yang mengendalikan harga. Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana di Jakarta, Kamis (22/8) mengatakan, mahalnya harga daging sapi di Indonesia disebabkan karena tingginya harga sapi hidup di beberapa sentra utama. Untuk itu, menurut Teguh, jalan keluar yang harus diterapkan adalah memperbanyak pasokan sapi. "Peternak sapi lokal harus digiatkan kembali agar mereka bisa menyuplai lebih banyak ke pasar daging," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026