Logo Header Antaranews Sumbar

Satpol PP Batam Aniaya Pekerja

Senin, 12 November 2012 13:44 WIB
Image Print

Batam, (ANTARA) - Beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja menginjak-injak sejumlah aktivis Serikat Pekerja Metal Indonesia saat mengawal pembahasan nilai Kebutuhan Hidup Layak Kota Batam 2013. "Kami dipukul, saat kami jatuh, kami diinjak-injak," kata pekerja Muktarom di Batam, Senin. Muktarom mengalami luka pukul di bagian muka, jidatnya benjol, dan mulutnya mengeluarkan darah. Menurut Muktarom, sebelum diinjak-injak ia dan beberapa kawan lainnya dipukul menggunakan rotan. Kasus pemukulan dan penginjakan berawal dari upaya beberapa aktivis yang melindungi aktivis perempuan saat hendak memasuki Gedung Pemerintah Kota Batam. "Kami hendak melindungi kawan-kawan kami yang perempuan, karena ingin masuk ke lantai IV," kata dia. Ratusan pekerja lain yang juga berada di halaman dalam Gedung Pemkot kemudian ikut marah dan berteriak-teriak. Beberapa orang merusak aset pemerintah kota seperti tiang tanda parkir pejabat dan pemisah parkiran berupa rantai. Wakil Wali Kota Batam Rudi yang berupaya menenangkan pekerja justru mendapat hujatan. "Satpol PP pengecut, pukul rakyat pakai pentungan," kata dia. Wakil Wali Kota langsung menugaskan stafnya membawa pekerja yang terluka ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapatkan perawatan maksimal setelah sebelumnya divisum di Klinik Kesehatan Pemkot Batam. Rudi juga membebaskan para buruh untuk mengikuti pembahasan KHL, asal tenang. "Kalau mau ke atas, nanti diatur. Silahkan saja," kata dia. Di lain sisi, ia mengatakan akan bertanggung jawab atas kejadian itu. Ia juga mengatakan akan mengusut tuntas kasus itu dan menyelidiki siapa yang memukul. Sementara itu, kondisi mulai kondusif saat berita ini diturunkan. Beberapa pekerja memilih menunggu di luar sementara beberapa lainnya memasuki ruang pembahasan. Aliansi Buruh Batam yang terdiri atas berbagai serikat pekerja menyambangi kantor Pemerintah Kota Batam mengawal pembahasan KHL. Aliansi pekerja memasang spanduk merah bertuliskan angka penetapan KHL 2012 versi Aliansi Buruh Batam sebesar Rp2.650.003 di lantai II Pemkot. Para pekerja mengawal pembahasan dengan menyanyikan lagu Gugur Bunga, seraya menunggu para pekerja pria memasang spanduk tersebut. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026