
Bawaslu Agam temukan 260 pemilih bermasalah dalam DPS
Selasa, 2 Mei 2023 16:11 WIB

Lubukbasung (ANTARA) -
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menemukan sebanyak 260 pemilih yang bermasalah dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu serentak 2024.
Kordinator Devisi Pencegahan, Partisipatif Masyarakat dan Humas Bawaslu Agam, Okta Muhlia di Lubukbasung, Selasa, mengatakan 260 pemilih yang bermasalah itu tersebar dibeberapa kecamatan di Agam dan ini berdasarkan pengawasan yang dilakukan.
"Temuan itu telah kita sampaikan ke KPU Agam dengan surat resmi, agar bisa ditindaklanjuti saat perbaikan sampai 7 Mai 2023," katanya saat rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih dengan Panwaslu Kecamatan di aula kantor Bawaslu Agam, Selasa.
Ia mengatakan, 260 pemilih bermasalah dalam DPS itu berasal dari lima kategori yakni, pemilih memenuhi syarat, tetapi belum masuk pada DPS dan pemilih tidak memenuhi syarat, tetapi masuk pada DPS.
"Pemilih tidak memenuhi syarat itu berupa meninggal dunia, pindah dan ganda," katanya.
Setelah itu, tambahnya, pemilih disabilitas, tetapi tidak ada keterangan disabilitas dalam DPS, sehingga dikhawatirkan tidak terfasilitasi dengan baik.
Lalu pemilih jauh dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga dikhwatirkan menurunkan partisipasi pada hari pemilihan.
Selain itu, pemilih yang data tidak lengkap atau salah dengan menemukan pemilih yang berusia satu tahun dan empat tahun.
"Kita meminta KPU untuk bisa mencermati dan juga meminta untuk mengakomodir pemilih tidak terdata. Jumlah ini akan berkembang karena Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan Desa (PKD) masih melakukan pengawasan," katanya.
Sementara Ketua Bawaslu Agam, Elvys berharap Panwaslu Kecamatan dan PKD untuk mencermati data dan mencermati potensi pelanggaran yang terjadi.
"Panwaslu Kecamatan dan PKD harus mencermati potensi pelanggaran yang ada," katanya.
Permasalahan itu harus disikapi dan potensi pelanggaran itu berkemungkinan bakal terjadi, sehingga pelanggaran bisa teratasi dengan baik.
Pewarta: Yusrizal
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
