Logo Header Antaranews Sumbar

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Padangpariaman Naik

Rabu, 21 Agustus 2013 09:05 WIB
Image Print
Sapi. (Antara)

Padangpariaman,(Antara) - Harga sapi di Kabupaten Padangpariaman mulai merambat naik menyusul semakin dekatnya hari raya Idul Adha tahun ini, rata-rata kenaikan sapi per ekornya mencapai 25 persen. "Dari sebelumnya, sekitar Rp6,5 juta sampai Rp7 juta, kini bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp9 juta per ekor," kata Amril (40), salah seorang penjual sapi di Pasar Ternak Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, Kamis. Dia menjelaskan, kenaikan harga sapi tersebut terjadi dalam beberapa hari belakang, menyusul mulai meningkatnya permintaan sapi untuk keperluan kurban di wilayah itu dan di beberapa daerah di Sumatera Barat. Menurut Amril, para penjual dan pembeli sapi di pasar ternak itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Padangpariaman ataupun Kota Pariaman, tetapi juga berasal dari daerah-daerah lain, seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Solok. Amril memprediksi, pasaran harga sapi yang sedang merambat naik itu akan terus bergerak ke atas hingga mendekati hari raya Idul Adha. Senada dengan itu, pedagang sapi lainnya, Nazir (57) memperkirakan pasaran harga sapi di wilayah itu akan terus merambat naik dalam beberapa minggu ke depan. Namun begitu, lanjut dia, aktivitas jual-beli di pasar ternak tersebut diprediksi justru semakin ramai. "Pada minggu pertama setelah lebaran Idul Fitri kemarin, pasaran masih sepi, minggu ini sudah ramai, ada sekitar 1.500 lebih sapi yang dijual. Jumlah tersebut, bahkan diperkirakan akan terus bertambah pada minggu-minggu berikutnya," tuturnya. Nazir menyebutkan, sapi-sapi yang dijual di pasar ternak tesebut, umumnya adalah dari jenis sapi kampung. Sapi-sapi dari jenis itu, cenderung lebih disukai pembeli, katanya. Menurut Nazir, para pembeli yang datang ke pasar ternak tersebut biasanya berasal dari beberapa yayasan, dan sejumlah lembaga pemerintahan di wilayah itu. (**/aan/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026