Logo Header Antaranews Sumbar

Serangan Gerilyawan Tewaskan 24 Polisi Mesir di Sinai

Senin, 19 Agustus 2013 17:17 WIB
Image Print

Kairo, Qahirah, (Antara/AFP) - Para gerilyawan menembakkan roket peluncur granat pada dua bus penuh dengan polisi Mesir di Sinai pada Senin, menewaskan 24 orang dalam serangan paling mematikan dari jenisnya dalam beberapa tahun ini, kata sumber medis dan keamanan. Kementerian dalam negeri mengkonfirmasi jumlah korban, menggambarkan serangan itu sebagai pekerjaan "kelompok teroris bersenjata di utara Sinai." Dikatakan setidaknya tiga orang lainnya luka-luka ketika gerilyawan tak dikenal menembak pada polisi. Sumber-sumber mengatakan kepada AFP, pasukan-pasukan menuju ke kota Rafah di perbatasan dengan Palestina Jalur Gaza. Serangan itu adalah yang paling mematikan di Sinai dalam beberapa tahun, melebihi jumlah korban dari satu serangan Agustus 2012 terhadap tentara Mesir yang menewaskan 16 orang. Situasi keamanan di Semenanjung Sinai, yang berbatasan dengan Gaza dan Israel, telah memburuk sejak tahun 2011, ketika Presiden Hosni Mubarak digulingkan. Tetapi itu telah menjadi jauh lebih buruk sejak militer menggulingkan presiden Mohamed Moursi pada 3 Juli, dengan serangan hampir tiap hari oleh gerilyawan menargetkan polisi dan instalasi militer. Menurut hitungan AFP, setidaknya 49 petugas keamanan tewasdi Sinai sejak 5 Juli - 28 polisi dan 21 tentara - tidak termasuk dalam serangan terbaru. Mesir telah mengerahkan pasukan tambahan ke Sinai, yang sebagian besar gurun dan dihuni oleh suku Badui yang telah dituduh bekerja sama dengan gerilyawan Islam. Militer menyatakan telah menewaskan hampir 70 "teroris" di wilayah tersebut sejak 3 Juli. Kekerasan terjadi pada saat Mesir bergulat dengan krisis politik yang mendalam dan pertumpahan darah yang telah menyebabkan ratusan orang tewas dalam beberapa hari bentrokan antara demonstran Ikhwanul Muslimin dan pasukan keamanan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026