
Polres Serang Perketat Penjagaan Antisipasi Teror

Serang, (Antara) - Mapolres Serang memperketat penjagaan pada seluruh wilayah hukumnya guna mengantisipasi aksi teror penembakan kepada para anggota kepolisian yang sekian marak terjadi belakangan ini, agar tidak terjadi kecolongan. Kapolres Serang AKBP Yudi Hermawan di Serang, Senin, mengatakan meski hingga saat ini belum terjadi aksi teror penembakan seperti yang terjadi di sejumlah daerah, namun pihaknya mengaku tidak ingin bertindak jika sudah terjadi. Untuk itu langkah antisipasi salah satunya dengan memperketat Mapolres dan Polsek di wilayah hukum Polres Serang. "Karena bagaimana juga ancaman itu selalu ada maka kita harus lebih siaga," katanya. Menurut Yudi Hermawan, dipilihnya langkah memperketat Mapolres dan polsek dikarenakan aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini tidak lagi mengarah kepada rakyat sipil namun langsung mengarah ke anggota kepolisian. "Sekarang malah anggota kepolisian yang menjadi sasaran aksi teror," katanya. Adapun langkah memperketat tersebut, Kapolres Serang menjelaskan Mapolres melakukan sistem satu gerbang (one gate system) dimana akses masuk menuju Mapolres hanya melalui satu pintu melalui pos penjagaan. Kemudian akses masuk selain pos penjagaan akan ditutup, sedangkan di kantor Polsek pihaknya mengamankan agar pimpinan setempat mengoptimalkan personel saat yang bertugas disetiap shift jaganya. "Semua yang masuk akan didata dan ditanya apa keperluannya. Langkah ini diterapkan bukan untuk mempersulit memasuki area mapolres. Namun sudah menjadi standar pengamanan operasi di lingkungan Mapolres," ungkapnya. Yudi menambahkan, selain langkah antisipasi dalam pola pengamanan markas pihaknya juga telah melakukan peningkatan kewaspadaan lainnya seperti razia-razia. Selain itu pihaknya juga kini tengah melakukan evaluasi izin kepemilikan senjata api terhadap anggotanya maupun masyarakat sipil. "Semua langkah antisipasi kita lakukan demi terciptanya suasana kondusif di wilayah hukum Polres Serang, tuturnya. Sementara itu Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman mengatakan kesiapannya membantu langkah-langkah yang dilakukan Polres Serang dengan menekankan para bawahannya untuk lebih peka terhadap pendatang baru yang masuk wilayahnya mengingat aksi teror di beberapa kasus terjadi di Provinsi Banten. "Para pendatang baru juga harus diperhatikan. Oleh karenanya para kepala di tingkat kecamatan dan desa saya perintahkan untuk lebih peka," ujarnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
