Logo Header Antaranews Sumbar

Dewan Keamanan PBB Mulai Pertemuan Tertutup Soal Mesir

Jumat, 16 Agustus 2013 06:59 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Dewan Keamanan (DK) PBB, Kamis (15/8), memulai pertemuan tertutup guna membahas situasi di Mesir, setelah lebih 500 orang tewas di negeri itu dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pemrotes pro-presiden terguling Mohamed Moursi. Pertemuan tertutup itu, yang diadakan atas permintaan dari anggota Dewan --Prancis, Inggris dan Australia-- dimulai sekitar pukul 17.35 waktu setempat (Jumat, 04.35 WIB). Pasukan keamanan Mesir pada Rabu (14/8) bergerak untuk membersihkan dua kamp di Ibu Kota Mesir, Kairo, yang diduduki oleh pendukung Moursi guna menuntut agar jabatannya dipulihkan. Akibatnya ialah bentrokan mematikan terjadi di seluruh negeri itu, dan sebanyak 525 orang tewas serta 3.717 orang lagi cedera, demikian laporan Kementerian Kesehatan Mesir. Beberapa setelah penyerbuan terhadap beberapa kamp di Kairo, pemerintah sementara Mesir mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri tersebut selama satu bulan, dan memberlakukan larangan orang keluar rumah di Kairo serta 10 provinsi dan mengizinkan pasukan keamanan untuk menangkap serta menahan warga sipil tanpa batas waktu dan tanpa dakwaan. Moursi digulingkan oleh prosedur militer dukungan rakyat pada awal Juli dan sejak itu ia telah ditahan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang sedang mengunjungi Timur Tengah, dengan keras mengutuk kerusuhan yang muncul dari operasi pembubaran itu. Ban juga menyeru semua pihak di Mesir agar mempertimbangkan kembali tindakan mereka mengingat kenyataan baru politik untuk menyelamatkan negeri tersebut dari bencana lebih jauh. Pada Kamis pagi, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Dewan Keamanan agar segera bersidang guna memabahas masalah Mesir. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026