
MUI Minta Pemerintah Tidak Diamkan Mesir

Jakarta, (Antara) - Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan meminta pemerintah untuk tidak mendiamkan konflik yang terjadi di Mesir, namun bersikap bebas dan aktif mencarikan solusi demokratis. "Sebagai pemerintah dengan Umat Muslim terbesar di dunia, hendaknya jangan hanya diam, apalagi Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," katanya di Jakarta, Kamis. Meskipun demikian, Amidhan memaklumi sikap pemerintah saat ini, karena Umat Islam di Mesir juga "terpecah". "Ada yang mendukung Ikhwanul Muslimin, tetapi ada juga yang mendukung militer," katanya. Namun setidaknya, pemerintah harus bersuara dengan mendesak PBB maupun OKI untuk turun tangan mengatasi konflik tersebut. "Harus ada pihak yang mendesak OKI, PBB ataupun Liga Arab untuk menyelesaikan konflik itu, misalnya harus ada pemilihan langsung," katanya. Untuk mengatasi konflik tersebut, Indonesia dapat mengusulkan agar militer mengeluarkan Mantan Presiden Mesir Muhammad Moursi dari tahanan, lalu dilakukan pemilu yang jujur dan adil. Amidhan juga meminta agar Umat Muslim di Tanah Air untuk tidak terlibat secara fisik dalam konflik tersebut. Hingga kini, Departemen Kesehatan Mesir mencatat 95 orang telah tewas di Kairo dan di tempat lain akibat bentrokan dengan pendukung Moursi mulai sejak beberapa waktu lalu. Kelompok pendukung Moursi telah mengatakan jumlah korban jauh lebih tinggi daripada jumlah yang diumumkan pemerintah. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
