Padang Pariaman dilanda banjir dan longsor

id padang pariaman banjir,bpbd padang pariaman,bencana alam

Padang Pariaman dilanda banjir dan longsor

Kondisi banjir terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat akibat curah hujan dengan intensitas tinggi menerpa daerah itu. (ANTARA/Istimewa)

​​​​​​​Parik Malintang  (ANTARA) - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dilanda banjir, longsor, hingga pohon tumbang akibat hujan lebat yang menerpa daerah itu.

"Berdasarkan data yang masuk hingga pukul 18.40 WIB ada sejumlah bencana alam menerpa Padang Pariaman pada hari ini. Kami masih melakukan pendataan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Padang Pariaman Budi Mulya di Parik Malintang, Senin.

Ia mengatakan bencana tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Padang Pariaman.

Akibatnya debet air di beberapa aliran sungai di Padang Pariaman naik sehingga terjadi banjir dan tanah longsor di sejumlah lokasi di daerah itu.

Ia merincikan adapun lokasi bencana tersebut yaitu banjir di terjadi Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuak, Kecamatan Lubuak Aluang.

Banjir dengan kedalaman sekitar 200 centimeter tersebut merendam sejumlah rumah sehingga warga saat ini terjebak banjir.

Selanjutnya tanah longsor menimbun badan jalan di Korong Balah Aie, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Selain itu longsor juga terjadi di Korong Rimbo Kalam, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Material longsor tersebut menimbun sebuah rumah warga.

"Korban jiwa yaitu penghuni rumah lima orang. Yang keluar (ditemukan) baru empat orang. Satu orang belum diketahui. Wali korong masih mencari data terbaru," katanya.

Selain banjir dan longsor, lanjutnya pohon tumbang juga terjadi di Padang Pariaman yaitu di Korong Pasa Limpato, Nagari Limpato Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto. Pohon tumbang tersebut menimpa satu unit rumah warga di daerah itu.

Ia mengimbau warga di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan meningginya curah hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur daerah itu.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2023