Logo Header Antaranews Sumbar

Menlu Kerry Tegaskan Dukungan AS Bagi Perdamaian di Kolombia

Selasa, 13 Agustus 2013 17:10 WIB
Image Print

Bogota, (Antara/AFP) - Menteri Luar Negeri John Kerry Senin mengatakan Amerika Serikat tetap berjanji mendukung perdamaian di Kolombia, ketika ia memulai kunjungan yang diperkirakan menyinggung terungkapnya kegiatan mata-mata AS baru-baru ini. Kerry bertemu dengan para pejabat yang mengawasi perundingan perdamaian dengan pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC),pemberontakan terlama di Amerika Latin, yang diselenggarakan di Kuba sejak November. Kolombia adalah sekutu terdekat AS di Amerika Selatan, dan menerima lebih dari delapan miliar dolar sejak tahun 2000 untuk memerangi para pedagang narkoba dan pemberontak. Kerry mengenakan pakaian sederhana dan bermain voli dengan tentara dan polisi Kolombia yang cacat sebagian anggota tubuh mereka akibat kena ranjau darat dalam perang dan memakai kursi roda. Diplomat penting AS itu bertemu dengan sejawat Kolombianya Maria Angela Holguin dan Presiden Juan Manuel Santos. Kerry dan Santos diperkirakan akan mengeluarkan satu pernyataan bersama kepada wartawan di istana presiden. Duta besar AS Michael McKinley mengatakan perundingan itu kemungkinan menyinggung penyadapan elektronik AS, yang terungkap ketika pembocor intelijen yang buron Edward Snowden mengungkapkan rincian program-program besar pengawasan telepon dan Internet. McKinley mengatakan AS ingin membicarakan masalah pengawasan itu dengan Kolombia atau sekutu-sekutu lainnya. Para pejabat AS menegaskan program-program rahasia itu benar-benar sah dan memegang peran penting dalam menggagalkan puluhan serangan teroris. Kerry Selasa bertolak ke Brazil, di mana program-program kegiatan mata-mata itu juga telah menimbulkan ketegangan. Di Kolombia kemampuan Internet rahasia AS memungkinkan Washington memetakan pergerakan-pergerakan FARC dari tahun 2008 sampai awal tahun ini. Di negara-negara Amerika Latin lainnya, intelijen AS mengambil data mengenai minyak dan pengeluaran militer di Venezuela dan mengenai energi dan perdagangan narkoba di Mexico, kata surat kabarBrazil O Globo bulan lalu. Setelah laporan O Globo itu, Kolombia mengecam bahwa pengintaian itu melanggar hak pribadi orang ,serta perjanjian telekomunikasi internasional dan mengatakan pihaknya akan berusaha meminta penjelasan dari AS. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026