Logo Header Antaranews Sumbar

Seorang Tewas Akibat Bentrok Antarwarga di Wamena

Senin, 12 Agustus 2013 17:23 WIB
Image Print

Jayapura, (Antara) - Seorang warga tewas dan dua orang lainnya dalam kondisi kritis akibat bentrok antarwarga di Kampung Womaroma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Senin sekitar pukul 11.00 WIT. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Wamena AKBP Johnny Eddizon Isir mengatakan korban yang mengalami luka-luka maupun yang meninggal dunia saat ini masih diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena. "Iya ada masalah perzinahan, ada usaha untuk diselesaikan di kampung, tapi tidak selesai, sehingga akhirnya masyarakat emosi dan ada baku tikam. Ada korban meninggal. Nah terus masyarakat yang korban ini pada naik lagi ke sini, kita lagi amankan," urainya. Kepada Antara yang menghubungi per telepon, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini berada di lokasi kejadian bersama dengan sejumlah tokoh adat dan masyarakat setempat untuk mengantisipasi bentrokan tidak meluas. "Pemicu bentrokan diduga masalah perzinahan, karena itu permasalahan bentrokan ini rencananya diselesaikan di kantor polisi setempat," tegasnya. Kapolres menuturkan bahwa pihaknya juga belum dapat memintai keterangan saksi dan menangkap pelaku perzinahan dan penikaman. Polisi mendaku (klaim) bentrokan ini tidak ada hubungannya dengan Festival Lembah Baliem yang dibuka secara resmi oleh Panglima Kodam Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Christian Zebua dan Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian. Koresponden Antara di lokasi kejadian melaporkan kronologis kejadian bermula pada Senin (12/8) sekitar pukul 11.00 WIT di Kampung Womaroma Desa 03 Hone Lama terjadi perkelahian yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia yakni Asman Wakerkwa (19) dengan luka tusuk ketiak kiri. Korban luka pihak lawan yaitu Hardi Hilapok (15) dengan luka di kepala dan Urbanus Kosay (20) dengan luka di bibir, wajah serta kepala. Sekitar pukul 09.00 WIT, masalah perzinahan yang dilakukan pelaku berinisial UK dan kawan-kawannya sekitar 4-10 orang serta EK sekeluarga yang berjumlah sekitar 15 orang diurus oleh aparat desa berinisial IH. namun, tidak ada penyelesaian dalam pertemuan itu dan berakhir bentrok. Situasi saling serang di daerah Hone Lama akhirnya dilakukan pengamanan oleh anggota Polres Jayawijaya BKO Brimob. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026