Logo Header Antaranews Sumbar

Unand gelar Seminar Internasional soal teknologi pintar pertanian

Selasa, 8 November 2022 16:20 WIB
Image Print
Tangkapan layar seminar Internasional bertajuk 2nd Agrifood System International Conference (2nd ASIC) membahas teknologi pertanian pintar yang digelar Fakultas Pertanian Unand di Padang, Selasa. (Antara/HO-Unand)

Padang (ANTARA) -

Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar Seminar Internasional bertajuk 2nd Agrifood System International Conference (2nd ASIC) membahas teknologi pertanian pintar.
"Terjadinya ancaman resesi pada 2023 salah satunya karena terganggunya sistem pangan dunia memicu terjadinya krisis pangan, karena itu tidak ada jalan lain selain meningkatkan teknologi pertanian," kata Wakil Rektor III Unand Insanul Kamil di Padang, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu usai membuka Seminar Internasional kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand, mengambil tema “Research advancement and innovations in Agroecology and SmartAgrifood System”.
Insanul berharap melalui seminar internasional ini bisa melahirkan inovasi dalam teknologi pertanian pintar.
"Teknologi pertanian pintar bisa dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya ancaman krisis pangan," ujarnya.
Ia menambahkan ini juga merupakan inisiatif Unand untuk memberikan solusi bagi persoalan pangan baik skala lokal, nasional maupun dunia.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Seminar Dr My Syahrawati menyampaikan seminar diikuti 251 peserta berasal dari 46 institusi yang digelar secara daring.
"Selain itu juga ada peserta dari India, Malaysia, Thailand," kata dia.
Ia menyampaikan selama ini hasil-hasil riset bidang pertanian Unand belum terkoneksi dengan penelitian internasional.
"Orang sudah bergerak ke bidang pertanian pintar kita masih konvensional, karena itu perlu disinkronkan dengan perkembangan teknologi pertanian dari luar," kata dia
Seminar menghadirkan dua pembicara utama dari Prancis yaitu Pierre Ferrand dari FAO selaku Regional office forAsia and the Pasific dan Scientific Director of CIRAD, Prancis Dr Sylvain R. Perret.
Kemudian pembicara undangan yaitu Dr Bernd Horneburg dari Kassel University, Dr Trevor A. Jackson dari NewZealand, Prof Shamshuddin Jusop dari Malaysia, Dr Wahono dari UMM Indonesia dan Prof Norman Uphoff dari Cornell University USA.
Lalu pembicara lokal yaitu Dr Irawati, Dr Dini Hervani, Dr Eka Chandra Lina, Dr Yuerlita dan Dr Hery B Tanjung.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026