
Pemkab Solok Selatan rilis "Satu Ekskavator Satu Kecamatan"

Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, merilis program "Satu Kecamatan Satu Ekskavator" di Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Jumat.
Bupati Solok Selatan, Khairunas di Padang Aro, Jumat mengatakan program ini berangkat dari masih rendahnya pembangunan jalan baru di daerah itu karena keterbatasan APBD.
Program "Satu Ekskavator Satu Kecamatan" ini, imbuhnya juga komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan keinginan masyarakat agar jalan-jalan yang tidak bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat bisa dibuka.
Oleh karena itu, katanya program ini menjadi strategi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, minimal untuk memperbaiki jalan sehingga bisa dimanfaatkan untuk mobilitas.
Ia mengumpamakan satu ekskavator mampu membuka jalan minimal 300 meter dalam satu hari, maka jika ada tiga ekskavator setidaknya bisa membuka jalan sepanjang satu kilometer dalam sehari.
"Dan jika setahun bisa minimal 50 persen karena proses dan sosialisasi, minimal 180 kilometer bisa dilaksanakan," ujarnya.
Selain ekskavator, pada 2022 ini Pemkab Solok Selatan juga telah mengadakan alat berat lainnya, yakni vibro roller, grader, dan tiga truk jungkit.
"Tahun depan akan dilengkapi dengan alat berat lainnya, seperti wheel loader, backhoe loader, bulldozer," katanya.
Ia menambahkan jalan yang dibuka secara swakelola tersebut nantinya akan dibuatkan drainase dan ditingkatkan ke pengerasan. "Kami minta masyarakat nanti mengawasi dan menjaganya," ujarnya.
Dalam mengelola alat berat tersebut, katanya akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum. "Regulasinya sudah kami siapkan," ujarnya.
Program ini, katanya menambahkan bukan tidak memberikan kesempatan kontraktor melakukan pembukaan jalan, melainkan dialihkan ke pengerasan, pengaspalan dan pembuatan drainase. "Nanti yang ringan-ringan kita berikan kesempatan kepada kontraktor," ujarnya.
Sementara itu Wali Nagari Alam Pauh Duo Irman Saputra mengatakan saat ini masyarakat Simancuang masih terkendala transportasi. Padahal daerah ini merupakan lumbung padi Solok Selatan lantaran mayoritas pekerjaan masyarakatnya adalah bertani.
"Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan jalan yang dibangun apalagi peluncuran ekskavator ini bisa membuat jalan dari Simancuang tembus ke Sungai Pagu," katanya.
Selama ini, katanya masyarakat yang ingin berjualan ke pasar, sekolah atau mau berurusan ke ibukota kecamatan perlu menempuh perjalan 25 kilometer.
"Kalau sudah tembus nanti akan berkurang menjadi 10 kilometer," katanya.
Ia mengharapkan dengan tersedianya alat berat ini segera dilakukan pembukaan jalan baru dan ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga alat tersebut.
Pewarta: Joko Nugroho
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
